Suara.com - Tahun Baru Imlek menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para keturunan Tionghoa yang ada di Indonesia. Selebrasi menyambut tahun baru sering dijadikan momen kumpul keluarga atau balik kampung seperti Lebaran yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia.
Suka cita menyambut Tahun Baru Imlek ini juga mulai dirasakan saat ini. Dalam hitungan hari, para keturunan Tionghoa akan merayakan keberkahan setahun sekali yang dirayakan bersama keluarga.
Selama menyambut Imlek hingga hari H tahun baru Imlek, banyak kegiatan dan kebudayaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya dengan munculnya kudapan bernama Yee Sang yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
Biasanya, momen "tos" Yee Sang ini jadi momen untuk memanjatkan doa bersama.
Lalu, apa sebenarnya Yee Sang ini? Simak inilah selengkapnya.
Mengenal Yee Sang
Yee Sang atau Yu Seng adalah salah satu kudapan adaptasi dari Tionghoa berupa salad ikan yang dipadukan dengan sayuran dan menjadi salah satu menu wajib dalam perayaan Imlek. Yee Sang dipercaya memiliki makna sebagai keberuntungan atau kemakmuran.
Kudapan ini diketahui berasal dari budaya Kanton - Tionghoa yang mendunia. Yee Sang awalnya diketahui muncul di negara serumpun Malaysia dan Singapura yang memiliki cukup besar populasi suku Tionghoa atau Chinese.
Yee Sang dipercayai berasal dari Dinasti Song Selatan di abad ke 12 Masehi. Makanan ini pun dibawa oleh para imigran asal Tiongkok yang bermigrasi ke Asia Tenggara seperti Semenanjung Malaya.
Baca Juga: Warna Keberuntungan Imlek 2025 Masing-masing Shio, Tak Melulu Merah!
Komposisi Yee Sang ini pun beragam dan bisa diadaptasi sesuai selera. Biasanya, Yee Sang terdiri dari berbagai jenis sayuran seperti lobak, paprika merah, wortel, kol, bihun, ikan, seafood seperti udang, daun bawang, dan berbagai sayuran lainnya.
Cara makan Yee Sang juga cukup unik. Biasanya, sayuran dan isi Yee Sang sudah ditata dan disiram saus. Orang-orang akan diberikan sumpit masing-masing untuk mengaduk serta mencampurkan Yee Sang di dalam piring besar sambil mengucapkan permohonan keberuntungan untuk tahun yang baru.
Setelah berdoa, orang-orang akan menggunakan sumpit untuk mengaduk makanan dan mengangkatnya makanan ke atas sambil mengucapkan, “Lo hei, lo hei!” yang berarti “Angkat ke atas, angkat ke atas!”.
Kepercayaan kuno Tionghoa menganggap semakin tinggi kita mengaduk, maka semakin besar keberuntungan yang akan menghampiri orang tersebut.
Yee Sang sendiri biasanya ditemui di berbagai restoran Chinese di seluruh Indonesia dan hanya ada saat momen Imlek. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba?
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Menko Yusril Buka Suara Soal Kericuhan Bendera Bulan Bintang di Aceh
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
7 Kuliner Musim Panas di Turkiye yang Wajib Dicoba, dari Sup Dingin hingga Es Krim Maras
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara
-
Lama Tak Terdengar Kabarnya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Bakal Susul Ole Romeny?
-
Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah