Suara.com - Kekayaan sosok Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membuat publik syok. Sebab, Widiyanti Putri mengantongi harta senilai Rp5,4 triliun bersih tanpa utang, sebagaimana yang ia laporkan ke KPK.
Publik lalu penasaran apakah Widiyanti Putri tergolong orang kaya lama (old money) atau orang kaya baru (new money) alias OKB.
Informasi terkait dari mana Widiyanti Putri mendapatkan kekayaannya, yakni apakah dari warisan atau karena kariernya turut menjadi tanda tanya besar.
Lantas, apa yang membedakan seorang old money dengan new money?
Semua soal Selera
Selera ternyata menjadi perbedaan kentara antara orang kaya lama dengan orang kaya baru. Mengutip penjelasan dari tabloid gaya hidup Chic Syle Collective, orang kaya lama punya selera yang berbeda dengan orang kaya baru.
Seorang old money atau orang kaya lama lebih menyukai gaya berpakaian yang klasik dan vintage. Gaya berpakaian mereka mencerminkan orang-orang di era-era klasik dengan berbagai macam gaya pakaian seperti blazer dan jas.
Sedangkan orang kaya baru demen dengan berbagai macam barang branded yang terkenal dan bergengsi. Rumah seorang old money juga mencerminkan rumah-rumah tempo dulu seperti di film-film klasik Eropa dan Amerika Serikat.
Orang kaya baru di satu sisi menyukai arsitektur rumah yang lebih modern dan kontemporer dan umumnya memiliki kolam renang.
Geluti Hobi yang Berbeda
Gaya hidup seorang old money terutama yang tinggal di Eropa atau Amerika Serikat suka menghabiskan waktu luang mereka dengan kegiatan seperti berkuda dan polo.
Baca Juga: Mengenal Old Money Style: Gaya Busana Widiyanti Putri, Menteri Berharta Rp5 T yang Jadi Sorotan
Berbeda dengan old money, seorang new money menyukai gaya hidup serba glamor seperti berpesta dan berlibur dengan kapal pesiar.
Orang Kaya Lama Lebih Menghargai Pendidikan dan Privasi
Pembeda selanjutnya yakni terletak pada cara pandang hidup orang kaya lama vs orang kaya baru.
Orang kaya lama menjunjung tinggi pendidikan dan cenderung menyekolahkan anak mereka di berbagai perguruan tinggi bersejarah.
Para old money juga sangat mempertahankan privasi mereka dan cenderung jarang mengekspos kehidupan pribadi.
New money tentu berbeda lantaran mereka lebih gemar untuk memamerkan gaya hidup mereka yang serba glamor, terutama melalui media sosial.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli
-
BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah Terdampak Gempa NTT