Suara.com - Belakangan nama Nurhayati Subakat menarik perhatian publik karena dianggap sebagai salah satu sosok wanita mandiri yang berhasil meraih kesuksesan dalam berbisnis.
Seperti diketahui, Nurhayati Subakat merupakan pendiri dari PT Paragon Technology and Inovation, perusahaan yang menaungi banyak produk kecantikan, salah satunya adalah Wardah.
Tidak seperti kebanyakan owner produk masa kini yang gemar flexing alias pamer, Nurhayati Subakat justru sebaliknya. Penampilan Nurhayati Subakat terbilang sederhana dan jarang pamer kekayaan sehingga banyak yang akhirnya menaruh rasa kagum.
Sebuah utas di media sosial X juga menyebutkan jika Nurhayati Subakat memiliki kekayaan puluhan triliun dan kerap berdonasi untuk kepentingan pendidikan.
"Real 'crazy Rich' itu gak crazy & gak flexing. Perkenalkan ibu Nurhayati Subakat. Owner WARDAH Kosmetik. Wardah pernah menjadi brand dgn budget iklan terbesar di Indonesia. Kekayaan wanita Minang ini ditaksir sekitar 24T. Rutin menyumbang 52 M untuk pengembangan riset ITB," tulis akun @/af1_.
Menurut penelusuran Suara.com, benar adanya jika Nurhayati Subakat cukup aktif dalam kegiatan di ITB, terutama dalam memberi motivasi serta wawasan bisnis kepada para mahasiswa.
Dalam materinya ketika mengisi seminar, Nurhayati Subakat kerap menceritakan bahwa dirinya merupakan salah satu lulusan terbaik di ITB yang harus banting tulang hingga sampai di titik ini.
Berikut adalah perjalanan Nurhayati Subakat yang menginspirasi anak muda untuk menggapai cita-cita.
Nurhayati Subakat merupakan alumni jurusan Farmasi di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meraih gelar kehormatan Honoris Causa.
Baca Juga: 6 Lowongan Kerja Paragon Corp untuk Fresh Graduate, Cek Kualifikasinya!
Ia mendapat predikat lulusan terbaik di ITB pada tahun 1975, namun perjalanan kariernya tak semulus itu meski berbekal prestasi membanggakan.
"Walaupun saya berhasil lulus dari ITB dengan predikat terbaik, namun saya bukanlah orang yang beruntung dalam mendapatkan pekerjaan," papar Nurhayati Subakat seperti dilansir dari laman resmi ITB, itb.ac.id.
Setelah lulus dari ITB, Nurhayati Subakat melamar kerja di banyak tempat tapi sering ditolak karena berbagai alasan. Bahkan, ia juga memiliki cita-cita menjadi dosen walau akhirnya ditolak juga.
"Saya kerap kali ditolak saat melamar kerja dan itu berkali-kali. Awalnya saya bercita-cita menjadi dosen, namun saya ditolak," terangnya.
Setelah cukup lama berjuang dalam mencari pekerjaan, ia kemudian menyadari bahwa perjalanan hidup manusia telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga tidak perlu kecewa atas segala kehendak-Nya.
Nurhayati Subakat pun akhirnya mulai bekerja menjadi apoteker di Bandung. Tak berselang lama, ia kemudian hijrah ke Jakarta karena pekerjaan sang suami.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet
-
4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas
-
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional