Suara.com - Fuji turut merasa bahagia pada momen pernikahan sang kakak, Frans Faisal, yang digelar pada Sabtu (1/2/2025). Ia tampil anggun dalam balutan kebaya yang sangat cocok untuknya.
Ada salah satu momen lucu yang terjadi pada resepsi pernikahan Frans Faisal dan Indah Tri Pertiwi kemarin. Di mana Fuji berhasil mendapatkan buket bunga pengantin dari kedua mempelai.
Lewat postingan di akun Instagram pribadi, Fuji membagikan momen ketika ia mendapat buket bunga dari sang kakak yang saat itu tengah menjadi pengantin tersebut.
"Asekk kawin," tulis Fuji pada bagian caption postingannya tersebut, dilansir pada Minggu (2/2/2025).
Dilihat dari video yang dibagikannya, Fuji mendapatkan buket bunga tersebut dengan sangat mudah alias tidak sampai berebut dengan para tamu undangan lainnya, tidak seperti acara lempar bunga pada umumnya.
Frans dan Indah Tri Pertiwi awalnya memang terlihat membelakangi para tamu undangan yang berbaris di belakang mereka sembari bersiap melempar bunga. Namun, tiba-tiba saja Frans berbalik dan langsung menyerahkan buket bunganya tersebut kepada sang adik, yakni Fuji Utami.
Fuji pun tampak girang hingga berjoget-joget kecil sembari memamerkan bunga pernikahan yang diberikan oleh sang kakak tersebut. Melihat aksi Fuji ini, tak sedikit yang mendoakan agar Fuji bisa segera menyusul sang kakak untuk menikah.
Lantas, sejak kapan sebenarnya tradisi mendapatkan bunga pernikahan yang dilempar oleh kedua mempelai pengantin diasosiakan dengan simbol jodoh?
Asal-usul Tradisi Lempar Bunga Pernikahan
Melansir dari aluxe.com, Tradisi melempar bunga pada saat pernikahan ini ternyata berasal dari Inggris dan dimulai sejak tahun 1800-an. Dulunya, menyentuh pengantin dipercaya bisa membawa keberuntungan sehingga banyak para tamu terutama tamu perempuan yang berlomba-lomba untuk menyentuh pengantin dengan harapan agar mereka juga memiliki kesempatan untuk menikah.
Baca Juga: Frans Faisal Lulusan Apa? Gelar Akademik di Undangan Pernikahannya Bikin Salfok
Bahkan, dulu perempuan lajang sampai merobek gaun pengantin perempuan. Untuk melarikan diri dari kerumunan tamu yang ingin merobek gaun pengantinnya, si pengantin perempuan melemparkan bunga ke arah yang berbeda.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, tradisi merobek dan mengambil gaun pengantin perempuan ini dianggap terlalu ekstrem dan dapat mencelakakan para tamu. Hingga akhirnya tradisi lempar bunga dijadikan sebagai rangkaian acara pengganti untuk menyebarkan keberuntungan bagi para tamu undangan.
Bunga pengantin yang dipegang oleh mempelai wanita juga dianggap sebagai lambang kesuburan serta keindahan. Terlepas dari berbagai makna yang telah disinggung di atas, tradisi melepar bunga pernikahan kepada para tamu undangan ini menjadi rangkaian acara yang menyenangkan serta menghibur bagi pengantin serta tamu yang hadir.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ambil Sampel Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas
-
Timnas Indonesia Bakal Turun dengan Kekuatan Penuh di FIFA ASEAN Cup, Negara Tetangga Was-was
-
2 Pilihan Kulkas Mini Polytron 50 Liter, Hemat Listrik dan Pas untuk Ruang Sempit
-
Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan
-
12 Hari Hilang, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas dalam Sumur Berisi Kobra Jawa
-
BRI Perkuat Ekosistem UMKM Desa Brilian Hargobinangun Sleman
-
Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan, BRI Peduli Perkuat Ekonomi Lokal Desa Brilian Hargobinangun
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
-
Megawati Geram Disebut Oposisi: Buzzer Itu Goblok, Nggak Pernah Baca!