Suara.com - Tradisi melempar bunga pengantin juga dilakukan oleh Shenina Cinnamon saat menggelar resepsi pernikahan. Kira-kira, siapa tahu yang beruntung mendapat lemparan bunga pengantin Shenina Cinnamon?
Untuk diketahui, Shenina Cinnamon baru saja menikah dengan Angga Yunanda pada Senin (10/2/2025). Acara akad dan resepsi keduanya digelar secara tertutup di Bvlgari Resort, Bali.
Pasangan yang satu ini terpantau hanya mengundang keluarga dan beberapa rekan artis ke acara pernikahan mereka. Dari semua tamu yang hadir, salah satu di antaranya berhasil mendapat lemaparan bunga saat resepsi, nih.
Tamu yang beruntung mendapat bunga Shenina Cinnamon adalah Prilly Latuconsina. Informasi menarik ini diketahui dari unggahan Instagram Story Prilly Latuconsina pada Selasa (11/2/2025).
"Guess who got the flowers last night (Tebak siapa yang dapat bunga tadi malam)?" bunyi caption yang ditulis oleh Prilly Latuconsina untuk mengiringi fotonya bersama buket bunga Shenina Cinnamon.
Dalam postingan Instagram Story lain, Prilly Latuconsina juga menunjukkan foto dirinya memegang buket bunga sepulang dari acara resepsi Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda. Ia nampak begitu bahagia dalam foto-foto itu.
Melempar bunga sendiri menjadi tradisi yang dinanti-nantikan dalam sebuah pesta pernikahan. Sebab mitosnya, siapa saja yang berhasil menangkap lemparan bunga dari sang pengantin, maka dia diyakini akan segera menyusul ke pelaminan.
Asal-usul Tradisi Lempar Bunga Pengantin
Merangkum dari laman aluxe.com, melempar bunga saat pernikahan berasal dari tradisi masyarakat Inggris. Mereka sudah melakukannya sejak tahun 1800-an. Tradisi ini muncul sebagai ganti tradisi merobek gaun pengantin.
Ya, dulunya, masyarakat Inggris percaya kalau menyentuh pengantin atau bahkan merobek gaun pengantin bisa membuat mereka cepat mendapatkan jodoh. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi ini dinilai terlalu ekstrem dan membahayakan tamu serta pengantin.
Tradisi merobek gaun pengantin pun kemudian digantikan dengan "ritual" melempar buket bunga kepada tamu. Buket bunga pengantin yang dianggap sebagai lambang kesuburan serta keindahan akan dilemparkan ke arah tamu untuk diperebutkan.
Berita Terkait
-
Semarak Perayaan Peh Cun di Berbagai Daerah Indonesia
-
Khidmat Perayaan Hari Raya Galungan di Berbagai Daerah Indonesia
-
Ragam Tradisi Sambut Tahun Baru Islam di Berbagai Daerah
-
Karapan Marmot, Tradisi Unik Penyambut Musim Kemarau di Lumajang
-
Shenina Cinnamon dan Sahabat Bersaing Temui Idola K-Pop, Fokus Night Shift for Cuties di Netflix
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan
-
Nutrisi Maksimal, Tanpa Rasa Lepek: Jawaban Baru untuk Rambut Helai Tipis Perempuan Aktif
-
Apakah Sariayu Cream Foundation Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pembeli
-
Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui
-
5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh
-
Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Tak Perlu Khawatir
-
6 Sepeda Roadbike Termurah untuk Pemula 2026 dan Tips Memilihnya dari Cyclist
-
5 Sepatu Lari Nike Termurah di Sports Station, Harga Mulai Rp400 Ribuan
-
Bukan Soal Jumlah, Frekuensi Pakaian Dapat Tentukan Dampak Lingkungan