Foto / News
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00 WIB
Warga keturunan Tionghoa berjalan di atas bara api saat mengikuti tradisi Tahwee dalam perayaan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong, di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye]
Warga keturunan Tionghoa berjalan di atas bara api saat mengikuti tradisi Tahwee dalam perayaan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong, di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye]
Warga keturunan Tionghoa berjalan di atas bara api saat mengikuti tradisi Tahwee dalam perayaan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong, di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye]

Suara.com - Warga keturunan Tionghoa berjalan di atas bara api saat mengikuti tradisi Tahwee dalam perayaan Shejit Dewa Bumi di Klenteng Ngo Kok Ong, di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).

Tradisi Tahwee tersebut merupakan rangkaian Sejit atau ulang tahun Dewa di klenteng yang telah berusia ke-342 tahun, yang digelar sebagai simbol menolak bala serta doa memohon keselamatan.

Tradisi Tahwee diawali dengan ritual sembahyang, arak-arakan tandu dewa, serta doa bersama. Berjalan di atas bara api diyakini sebagai simbol penyucian diri, keteguhan iman, dan harapan agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya serta memperoleh berkah.

Perayaan Shejit Dewa Bumi menjadi agenda budaya tahunan yang diikuti umat dan warga sekitar. Selain menjaga tradisi leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kerukunan antarumat beragama sekaligus melestarikan warisan budaya Tionghoa di Kabupaten Bekasi. [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye]

Load More