Suara.com - Jenazah Barbie Hsu yang telah dikremasi akan dimakamkam secara natural menggunakan metode Tree Burial. Hal ini sejalan dengan wasiat Barbie Hsu sebelum meninggal dunia. Tak sedikit yang penasaran dan bertanya apa itu pemakaman Tree Burial?
Keinginan ini diungkapkan ole adik mendiang Barbie Hsu, Dee Hsu. Dimana sang kakak ingin pemanakamannya menggunakan metode Tree Burial dan keluarga juga menginginkan dirinya beristirahat dengan tenang di tengah-tengah alam. Mereka pun juga sudah mengajukan permohonan lokasi pemakaman ke pemerintah setempat.
Sejalan dengan itu, pemerintah Kota Taipei juga telah menawarkan petak pemakaman pohon di Taman Yongai dan Bukit Luoyu di Distrik Muzha. Meski demikian, banyak penggemar yang mempermasalahkan prosesi pemakaman Barbie Hsu. Sebeb menurut para ahli, sisa-sisa abu jenazah mengandung zat yang tidak dapat diuraikan sehingga bisa membentuk gumpalan dan menghambat pertumbuhan pohon.
Apa Itu Pemakaman Tree Burial?
Tree burial atau pemakaman pohon adalah metode pemakaman yang dinilai ramah lingkungan. Metode ini populer di sejumlah negara, termasuk Taiwan. Konsep pemakaman satu ini lebih ramah lingkungan ketimbang menggunakan cara kremasi atau peti.
Tree burial memungkinkan proses penanaman abu jenazah yang dimasukkan ke dalam kantung katun maupun kertas biodegradable, kemudian disimpan di bawah akar pohin. Proses tree burial sendiri biasanya tidak meninggalkan batu nisan atau ukiran nama sebagai tanda pemakaman.
Sshingga, dengan metode pemakaman pohon menjadikan area pemakaman terlihat lebih alami dan tidak mengubah struktur tanah. Tree burial bukan hanya simbol penghormatan orang yang sudah meninggal, namun juga sebagai bentuk pelestarian alam.
Dengan menerapkan metode itu, maka area pemakaman dapat berubah menjadi hutan yang indah dan membantu penyerapan karbon serta bisa menjadi rumah atau habitat bagi satwa liar. Terkait prosesinya, jenazah sebelumnya harus melalui proses kremasi terlebih dahulu.
Proses Tree Burial
Dilansir dari berbagai sumber, proses tree burial umumnya akan melibatkan beberapa langkah sebagai berikut:
1. Kremasi Jenazah
Baca Juga: Apakah Dana Iuran BPJS Kesehatan Bisa Dicairkan? Ini Penjelasannya
Sebelum prosesi tree burial dilakukan, maka jenazah harus melalui proses kremasi telebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dan memastikan jika abu yang akan ditanam bersih dari patogen.
2. Pemilihan Lokasi dan Jenis Pohon
Selanjutnya, keluarga bisa memilih lokasi pemakaman. Biasanya lokasi pemakaman sudah disediakan oleh penyedia layanan tree burial di suatu wilayah tertentu.
Selain itu, jenis pohon yang ditanam juga bisa dipilih sesuai keinginan anggota keluarga. Umumnya, pohon dipilih dengan mempertimbangkan kondisi tanah dan iklim.
3. Penguburan Abu Jenazah
Selanjutnya, abu jenazah bisa langsung ditempatkan di bawah atau sekitar akar pohon yang sudah tumbuh. Selain itu, abu jenazah juga bisa diletakkan di dalam pot khusus yang berisi bibit pohon. Pot ini umumnya terbuat dari bahan yang mudah terurai, sehingga penggunaannya tetap ramah lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123