Suara.com - Peran Fahmi Bachmid dalam penyelesaian konflik antara Nikita Mirzani dan anak sulungnya, Laura Meizani alias Lolly, tampaknya begitu besar. Bukan hanya menjadi pengacara Nikita, Fahmi juga tampak akrab layaknya keluarga dengan Lolly.
Tak heran bila belakangan ini sosok Fahmi ikut menyita atensi, bahkan dibandingkan dengan Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum Vadel Badjideh. Diketahui Vadel kini telah berstatus sebagai tersangka.
Lalu seperti apa perbandingan level pendidikan kedua pengacara ini?
Riwayat Pendidikan Fahmi Bachmid
Nikita Mirzani tampak sangat membanggakan Fahmi sang pengacara. Menurutnya, Fahmi adalah pengacara handal yang telah banyak membantunya.
Dilihat di kanal YouTube beepdo, Fahmi ternyata sudah menyelesaikan pendidikan doktoralnya pada tahun 2019. Advokat bernama lengkap Fahmi Hafid Bachmid itu tercatat telah lulus S3 Ilmu Hukum dari Universitas Jayabaya.
Sedangkan saat ditelusuri di PDDikti, hanya ditemukan informasi diduga sekolah pascasarjana Fahmi, yakni S2 Ilmu Hukum di Universitas Narotama.
Dari PDDikti juga terungkap bahwa Fahmi juga memiliki karier sebagai dosen, yakni di program studi Kenotariatan di Universitas Narotama.
Riwayat Pendidikan Razman Arif Nasution
Baca Juga: Pekerjaan Lintang Fajar yang Peluk Erat Lolly Anak Nikita Mirzani, Vadel Badjideh Kebanting?
Sementara itu, Razman juga kerap disorot karena banyaknya gelar akademik yang mengiringi namanya, yakni DR H Razman Arif Nasution, S.H., S.Ag., M.A., (Ph.D).
Disebutkan bahwa Razman adalah lulusan S1 Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Sumatera Utara pada tahun 1995, kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Sains Malaysia.
Lalu Razman juga disebut-sebut pernah mengklaim berkuliah tingkat sarjana di Universitas Ibnu Chaldun periode 2010-2014. Razman disebut mengaku memiliki ijazah serta bukti lain sebagai mahasiswa di sana.
Namun baru-baru ini Wakil Rektor III Universitas Ibnu Chaldun, Dr. Murtiman, S.H., M.H., menyebut baik Razman maupun Firdaus Oiwobo tidak tercatat dalam daftar mahasiswa maupun alumni kampusnya.
"Setelah kami cek di dalam data Universitas Ibnu Chaldun, beliau ini adalah tidak terdaftar di tempat kami, baik sebagai mahasiswa ataupun dari alumninya," kata Murtiman.
"Kami tidak pernah mengeluarkan ijazah untuk nama F dan R ini. Ijazah ini ada nomor serinya, jadi kami tidak main-main," sambungnya, seperti dikutip dari akun TikTok @/tono7788.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
5 Cara Memilih Hewan Kurban dan Daging Kurban yang Layak Dikonsumsi Saat Idul Adha
-
Apa Bedanya Lip Cream dan Lip Matte? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan yang Bagus
-
Berapa Kilogram Daging Kurban Ideal Per Orang? Ini Penjelasannya
-
5 Eyeshadow Brand Lokal yang Pigmented dan Aman Dipakai, Mulai Rp20 Ribuan
-
Hectic Adalah Kondisi Sibuk Luar Biasa, Pahamai Arti dan Tips Mengatasinya bagi Pekerja
-
Hukum Menjual Daging Kurban Menurut Syariat Islam bagi Pekurban dan Penerima
-
7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
-
Apa Beda White Musk dan Black Musk? Ini Aroma yang Lebih Lembut dan 4 Rekomendasi Parfumnya
-
Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas
-
Cegah Food Waste, Bagaimana Food Cycle Indonesia Ajak Anak Muda Selamatkan Surplus Pangan?