Suara.com - Dua bos PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto dan Iwan Setiawan Lukminto menangis di hadapan karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Iwan Kurniawan menyatakan dirinya sangat sedih karena harus berpisah.
"Sekarang jadi hari terakhir kita berada disini, kami sangat berduka sekali. Ini adalah momentum yang sangat historis, di mana 58 tahun kita sudah berkarya, dan sangat sedih sekali kita harus berpisah semuanya di sini," ujar Iwan Kurniawan saat menyampaikan salam perpisahan, Jumat (28/2/2025).
PT Sritex sendiri resmi tutup total per Sabtu (1/3/2025). Atas dasar sikap Lukminto yang menangis di hadapan ribuan karyawan membuat sosoknya disorot. Tak terkecuali soal harta kekayaannya.
Kekayaan Lukminto Bos Sritex
Iwan Kurniawan Lukminto menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Sritex. Sementara itu, Iwan Setiawan Lukminto duduk di kursi Komisaris Utama (Komut). Adapun sang istri juga ikut bekerja pada perusahaan tersebut.
Istrinya yang bernama Mira Christina Setiady, ditunjuk untuk menjabat sebagai Direktur Operasional. Iwan Kurniawan Lukminto sendiri lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 22 Januari 1983 atau saat ini berusia 42 tahun.
Terkait pendidikan, Iwan Kurniawan Lukminto merupakan lulusan Johnson & Wales University, Northeastern University, dan Boston University. Di sisi lain, ia bukan bukanlah orang baru di dunia tekstil.
Ia mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang tersebut. Iwan Kurniawan mengawali kariernya di Sritex sebagai Direktur Divisi Garment. Ia lalu dipercaya menjadi wakil direktur utama pada 2014.
Iwan mengemban jabatan tersebut sampai tahun 2023. Baru setelahnya, ia menjabat Dirut Sritex hingga saat ini. Selain aktif di dunia tekstil, pria yang juga biasa disapa Wawan ini juga aktif di berbagai organisasi.
Baca Juga: Kena PHK Massal, Serikat Pekerja PT Sritex Minta Perusahaan Penuhi Hak Mereka
Ia tercatat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Surakarta periode 2018-2023. Iwan Kurniawan Lukminto juga merupakan Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia sejak tahun 2020.
Sosoknya itu dikenal peduli terhadap isu-isu pemenuhan hak anak. Iwan bahkan membuat 23 kebijakan di PT Sritex yang fokus terhadap hak-hak anak. Salah satunya tidak mempekerjakan anak di bawah umur.
Tak hanya itu, ada pula kebijakan lainnya yang menguntungkan anak-anak para karyawan PT Sritex. Mulai dari menyediakan ruang laktasi (menyusui) hingga klinik bagi anak karyawan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Soal kekayaan Iwan Kurniawan Lukminto, tidak diketahui pasti berapa nilainya. Hanya saja, ia memiliki saham SRIL sebesar 0,52 persen atau 108 juta, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Lalu, saham perusahaan itu juga dimiliki oleh saudaranya. Mulai dari Iwan Setiawan 0,53 persen atau 109 juta, Vonny 0,01 persen atau 1,8 juta, serta Margaret dan Lenny dengan masing-masing senilai 0,1 persen atau 1 juta.
Sang ayah, HM Lukminto meninggal dunia pada 5 Februari 2014 di Singapura. Sejak saat itu, SRIL dipimpin oleh kakaknya, Iwan Setiawan Lukminto yang kemudian berlanjut dipegang oleh Iwan Kurniawan Lukminto.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan