Suara.com - Masyarakat Kota Palembang mungkin sudah tak asing dengan nama konglomerat H. Kemas Abdul Halim Ali atau akrab disapa Haji Alim.
Baru-baru ini, pria 85 tahun tersebut justru terlibat dalam kasus korupsi pengadaan tanah untuk proyek pembangunan jalan Tol Betung - Tempino pada tahun 2024.
Haji Alim diduga melakukan pemalsuan dokumen dari perusahaannya PT SMB pada November dan Desember 2024 lalu dengan mengubah kepemilikan tanah menjadi miliknya.
Dari pemalsuan dokumen tersebut, Haji Alim akan mendapatkan keuntungan atas ganti rugi pembangunan jalan tol tersebut.
Namun setelah diselidiki, surat fisik tanah tersebut ternyata bukan miliknya dan terdeteksi sudah dipalsukan.
Tak hanya Haji Alim, seorang pegawai BPN berinisial AM diduga terlibat dalam pemalsuan dokumen ini dan ikut dijadikan tersangka.
Sosok Haji Alim ini pun viral dan menjadi buah bibir publik. Lalu, siapa sosok Haji Alim sebenarnya?
Sosok Haji Alim
Nama Haji Alim sudah tersohor di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang sejak puluhan tahun yang lalu.
Konglomerat berdarah Palembang dan memiliki gelar Kemas ini sudah lama malang melintang di dunia bisnis.
Baca Juga: Siapa Ray Dalio? Duduk di Samping Prabowo saat Kumpul Konglomerat, Hartanya Tembus Rp218 T
Ia merupakan Direktur PT Sentosa Mulia Bahagia, perusahaan yang bergerak di bidang lahan sawit, karet, dan perhutanan pengelolaan kayu.
Bahkan, di sebuah podcastnya di Youtube, Haji Alim menyebut bahwa dirinya memiliki setidaknya 75 ribu HA tanah yang tersebar di Sumatera Selatan dan 40 ribu HA nya telah dimanfaatkan sebagai kebun sawit dan proyek lainnya.
Sebagai konglomerat kelas berat, Haji Alim pun memiliki banyak relasi pejabat. Sebut saja seperti mantan Presiden RI Jokowi pernah mengunjungi kediamannya saat kunjungan kerja ke Palembang.
Tak hanya itu, sosok Haji Alim juga dikenal memiliki banyak properti di Palembang. Beberapa rumah mewah dengan harga mencapai ratusan miliar pun dimiliki olehnya dan digunakan sebagai rumah untuk anak cucunya.
Haji Alim juga dikenal memiliki beberapa istri dan menghidupi banyak istrinya dari bisnis yang ia jalani puluhan tahun lamanya.
Beberapa kasus mafia tanah yang terjadi di Palembang pun sempat menyeret namanya, namun Haji Alim seolah kebal hukum.
Ia pun lepas dari berbagai dugaan keterlibatannya dalam kasus mafia tanah.
Namun apesnya, kali ini Haji Alim pun tak berkutik usai pihak Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin menciduk dan menjemput paksa dirinya usai ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (10/03/2025) kemarin.
Ia pun awalnya menolak ditangkap karena alasan kesehatannya yang semakin menurun. Ia pun harus dibopoh menggunakan kasur tandu dengan tabung oksigen untuk dibawa ke Rutan Pakjo Palembang.
Haji Alim pun akan menjalani masa tahanan selama 10 hari terhitung sejak 10 Maret 2025 hingga 20 Maret 2025 mendatang.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo, Bos MNC Group yang Digugat Jusuf Hamka!
-
Kekayaan Fantastis Jusuf Hamka, Bos Jalan Tol yang Gugat Konglomerat Hary Tanoesoedibjo ke Pengadilan!
-
Siapa Ray Dalio? Duduk di Samping Prabowo saat Kumpul Konglomerat, Hartanya Tembus Rp218 T
-
Tomy Winata Bocorkan Isi Pertemuan dengan Prabowo: Fokus Atasi PHK Lewat Ini!
-
Karakteristik Ray Dalio yang Dikenalkan Prabowo ke Konglomerat RI, Lebih Senang Investasi Emas
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut