Suara.com - Pengusaha kuliner Madun Oseng atau Nyak Kopsah mengungkap pengalamannya usai usahanya direview buruk oleh Codeblue. Alih-alih murka, Bang Madun justru mendoakan sang food reviewer.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi bintang tamu siniar Richard Lee baru-baru ini. Bang Madun bercerita dirinya sudah membuka usaha warung makan sejak 1998.
Namun pada 2023 silam, usahanya viral lantaran ulasan buruk dari sejumlah food vlogger. Gara-gara itu, warung Bang Madun terpuruk sampai dirinya terpaksa memecat sejumlah karyawan.
Tak cuma itu, Bang Madun mengaku terlilit utang Rp250 juta saat berusaha membangkitkan kembali usahanya yang sudah dirintis selama bertahun-tahun.
Aa Juju dan Codeblu menjadi food vlogger yang turut mengulas Warung Nyak Kopsah kala itu. Saat disinggung mengenai Codeblu, Bang Madun mengaku tak dendam.
Bahkan, pria berdarah Betawi itu bercerita sempat mendoakan Codeblue dalam sujudnya ketika menunaikan salat tahajud di masa sulitnya.
"Gue pernah doaian dia waktu tahajud. Dia non muslim, gue Islam. Waktu gue tahajud, air mata jatuh. Yang gue lihat mereka yang pernah review warung gue. Gue tahajud, yang gue lihat mukanya Codeblu," bebernya dikutip dari YouTube dr Richard Lee, MARS, Sabtu (23/3/2025).
"Gue bilang 'Lembutkan hati beliau, jadikan mereka manusia yang baik. Karena dia orang baik, lembutin hati beliau, datang ke tempat saya. InsyaAllah nama lu baik, akan kembali lagi," imbuhnya.
Bang Madun menyadari belakangan waktu ini nama Codeblu panen cibiran sebab dipolisikan oleh pengusaha yang tak terima dengan review buruknya. Di tengah kondisi tersebut, Bang Madun memberikan dukungan.
Baca Juga: Apa Pekerjaan Asli Codeblu selain Jadi Food Vlogger? Dituntut Clairmont Patisserie Ganti Rugi Rp5 M
Meski usahanya sempat terdampak, Bang Madun mengaku dirinya sudah memaafkan Codeblu. Bahkan, ia sudah menganggap sosok bernama asli William Anderson itu sebagai anak sendiri.
"Gue maafin demi Allah. Siapapun orang, binatang yang mau hancurin usaha gue. Gue maafin, tujuan hidup gue pengin bahagia di akhirat, dunia cuma sementara. Gue kepengin Codeblue jadi anak gue. Gue doain dia, gak pernah nyumpahin. Demi Allah," ungkapnya.
Codeblu Dituntut Ganti Rugi
Di sisi lain, perseteruan antara Codeblu dan toko roti Clairmont Patisserie belum rampung. Clairmont memperkarakan Codeblu terkait konten yang menuding pihak toko membagikan kue nastar berjamur ke panti asuhan.
Masalah tersebut nyatanya sampai dibawa ke pihak kepolisian. Kedua belah pihak dipertemukan untuk mediasi, namun hasilnya nihil lantaran belum ada kesepakatan terkait permintaan ganti rugi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Film "Istimewa" Segera Tayang, Mathias Muchus Sampaikan Pesan Menyentuh dan Berbagi Kisah Syuting
-
Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi
-
6 Cara Membedakan Flek Hitam Biasa dengan Nevus of Hori
-
AI Digunakan Sehari-hari, Sleman Dorong Kampus dan UMKM Bertransformasi Digital
-
IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya
-
Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak
-
Berapa Jarak Duduk Ideal yang Aman dari Mata untuk Smart TV 50 Inci 4K?
-
Pemerintah Didesak Tunda Penggunaan DTSEN untuk Penyaluran Bansos
-
Kritisi Permukiman di Kawasan Rawan dan Ego Sektoral, DPR: Negara Harus Hadir Sebelum Bencana
-
Pendidikan Indonesia: Terlalu Banyak Program, Terlalu Sedikit Kemajuan