Suara.com - Di tengah semarak bulan Ramadan, umat Muslim semakin meningkatkan ibadah dan kepedulian terhadap gaya hidup yang lebih sehat serta berkah.
Salah satu aspek penting dalam menjalani gaya hidup halal adalah memastikan bahwa produk yang dikonsumsi, baik makanan, minuman, maupun kosmetik, telah memenuhi standar yang sesuai dengan ajaran Islam.
Selama ini, banyak masyarakat yang sudah mengenal Sertifikasi Halal, yang memastikan bahwa suatu produk tidak mengandung bahan haram seperti babi, alkohol, atau zat najis lainnya.
Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, ada satu aspek lain yang sering terlewatkan, yaitu Sertifikasi Syariah.
Sertifikasi ini memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya memastikan kehalalan bahan dan proses produksi, tetapi juga menilai apakah model bisnis, sistem pemasaran, serta distribusi produk sudah sesuai dengan prinsip Syariah.
Bagi umat Muslim, menggunakan produk yang memiliki Sertifikasi Syariah, terutama untuk makanan, minuman hingga kosmetik memberikan kepastian bahwa mereka tidak hanya mengonsumsi produk yang halal, tetapi juga mendukung sistem ekonomi yang bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (perjudian).
Dampak Sertifikasi Syariah bagi Gaya Hidup Sehat
Dalam era modern ini, semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan memilih makanan, minuman, dan produk perawatan tubuh yang aman dan berkualitas. Bagi umat Muslim, faktor kehalalan dan keberkahan juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Beberapa manfaat utama dari Sertifikasi Syariah bagi gaya hidup halal meliputi:
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Alas Kaki: Koleksi Ikonik ini Terinspirasi dari Minuman Soda Italia
1. Kepastian Kehalalan dan Keberkahan
Ketika sebuah produk sudah memiliki Sertifikasi Syariah, konsumen tidak perlu ragu dengan aspek kehalalannya. Tidak hanya bahan baku yang halal, tetapi juga proses produksi, pemasaran, hingga distribusi telah dipastikan sesuai dengan prinsip Islam.
2. Kepercayaan terhadap Produk dan Bisnis
Banyak perusahaan menggunakan skema pemasaran berjenjang atau direct selling. Tanpa Sertifikasi Syariah, ada kekhawatiran bahwa model bisnis semacam ini mengandung unsur riba atau eksploitasi.
Dengan adanya sertifikasi dari DSN-MUI, konsumen mendapatkan jaminan bahwa mereka bertransaksi dalam sistem yang adil dan sesuai dengan ekonomi Islam.
3. Kemudahan dalam Menjalani Gaya Hidup Halal
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
4 Sunscreen yang Tidak Mengandung Alkohol dan Parfum untuk Meminimalkan Risiko Iritasi
-
4 Pensil Alis Waterproof yang Bagus dan Tahan Lama, Hasil Natural Sepanjang Hari
-
7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen
-
Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?
-
Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah
-
Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya
-
5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
-
Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli
-
3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai
-
Mengenal XERF, Perawatan Pengencang Kulit Terbaru yang Minim Downtime