Suara.com - Isu perselingkuhan Ridwan Kamil dengan model majalah dewasa Lisa Mariana tak henti mengguncang media sosial. Dikenal sebagai family man yang sangat bucin kepada Atalia Praratya sang istri, Kang Emil kini dikabarkan memiliki anak dari hubungan gelapnya dengan Lisa.
Namun Kang Emil telah mengklarifikasi isu tersebut. Lewat keterangan tertulis yang sama sekali tidak menyebutkan nama Lisa, sang mantan Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa kabar perselingkuhan serta anak di luar pernikahan itu adalah fitnah.
“Kemarin telah beredar kabar bahwa ada pihak yang mengaku memiliki anak dari saya. Saya perlu sampaikan bahwa, ini adalah tidak benar dan merupakan fitnah keji bermotif ekonomi yang didaur ulang,” tutur Kang Emil di Instagram-nya pada Jumat (27/3/2025).
Mengaku pernah bertemu dengan alasan membantu perkuliahan, Kang Emil mengklaim Lisa sudah dalam keadaan hamil. Kang Emil juga mengaku memiliki bukti akurat untuk membuktikan bahwa dirinya bukan ayah dari anak yang dilahirkan Lisa.
“Permasalahan 4 tahun lalu ini sudah diselesaikan melalui bukti-bukti akurat yang tidak terbantahkan, bahwa ia sudah hamil duluan saat bertemu dan karenanya yang bersangkutan sudah meminta maaf di hadapan keluarganya,” tutur Kang Emil.
Namun klarifikasi ini tetap menimbulkan pro dan kontra, termasuk memunculkan desakan publik agar Kang Emil melakukan tes DNA dengan anak Lisa. Kekinian kedua pihak sama-sama mengaku sudah siap untuk melakukan prosedur klinis tersebut.
Lantas sebenarnya seperti apa tes DNA bekerja?
Sebelum membahas soal prosedur tes DNA untuk membuktikan keturunan, patut dipahami dahulu apa itu DNA. Asam Deoksiribosa Nukleat (DNA) adalah materi genetik di dalam sel yang berperan sebagai manual instruksi untuk aktivitas tubuh. DNA bersifat diturunkan, di mana seorang anak mendapat sumbangan DNA dari ayah dan ibu biologisnya.
Tes DNA untuk membuktikan keturunan dapat dilakukan baik saat janin masih di dalam kandungan, di mana setidaknya sang ibu sudah memasuki usia kehamilan 8 minggu. Atau tes DNA juga dapat dilakukan setelah bayi dilahirkan.
Baca Juga: Lebih Kaya dari Ridwan Kamil, Nasib Atalia Praratya Usai Diduga Diselingkuhi Tuai Prihatin
Melansir laman Cleveland Clinic, untuk melakukan tes DNA diperlukan sampel jaringan atau darah yang diambil dari ibu biologis, ayah biologis potensial, serta terkadang dari janin atau anak tersebut. Teknisi laboratorium akan menganalisis kesamaan penanda genetik berupa sekuens DNA spesifik pada sampel.
Sampel jaringan sendiri bisa diambil dari usap pipi bagian dalam (cheek swab) memakai cotton swab. Karena itulah, disarankan untuk tidak menyikat gigi, menggunakan obat kumur, memasang gigi palsu, serta merokok sekitar satu jam sebelum pengambilan sampel.
Sedangkan jika memerlukan sampel darah, maka penyedia sampel disarankan untuk memperbanyak minum, memakan makanan sehat, melembabkan lengan, serta melakukan sedikit aktivitas fisik untuk meningkatkan tekanan darah.
Terdapat beberapa jenis tes DNA untuk memastikan keturunan, seperti Noninvasive Prenatal Paternity (NIPP) Test yang memeriksa DNA janin dari sampel darah ibu biologisnya. Tes jenis ini memiliki akurasi hasil hingga 99,9%.
Lalu ada tes DNA tipe Amniocentesis, di mana sampel yang dipakai adalah cairan ketuban dari janin di trimester kedua atau ketiga (15-20 minggu). Kemudian terakhir adalah metode Chorionic Villus Sampling (CVS) dengan memakai sampel sel chorionic villi di plasenta.
Sampel-sampel ini lalu dibandingkan dengan sampel usap pipi dalam atau darah yang diambil pada ayah biologis potensial. Sedangkan pengambilan sampel biasanya dilakukan dalam kurun waktu 0-10 menit tergantung metodenya.
Lalu seperti apa hasil dari tes DNA?
Hasilnya biasanya berupa “kemungkinan keturunan” dalam nilai 0 atau 99,9. Jika hasil yang keluar 0, berarti tidak ada kecocokan genetis antara ayah dan anak, yang berarti bukan keturunannya. Sementara jika yang keluar 99,9, berarti ada kecocokan genetis dan kemungkinan anak tersebut merupakan keturunan sang ayah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Bukan Sekadar Gedung Baru, Pramono Didesak Prioritaskan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
-
Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!
-
Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi
-
Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing
-
Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?
-
Cetak Generasi Melek Finansial, BRI Region 16 Masifkan Tabungan SimPel untuk Pelajar
-
Redam Bentrok Antar Ormas: Debt Collector Pembacok Valet Ambyar Club Diserahkan ke Polisi
-
Tetesan Darah Bongkar Kematian Wanita di Kamar Kos Grogol Petamburan