Suara.com - Seorang CEO mencari kaos lama, viral di TikTok, dan akhirnya menemukannya dengan kisah yang penuh kejutan dan nostalgia. Begitulah kisah Harjanto Halim, CEO PT Marimas Putera Kencana, yang beberapa waktu lalu menggemparkan netizen dengan tantangan uniknya.
Ya, pria 59 tahum tersebut mencari kaos promosi Marimas yang pertama kali dibagikan pada tahun 1995, sebagai sebuah benda yang penuh kenangan bagi dirinya.
Perjalanan Mencari Kaos Marimas 1995
Harjanto Halim memulai pencariannya dengan mengumumkan di TikTok bahwa ia ingin menemukan kembali kaos promosi Marimas tahun 1995 yang dulu dibagikannya kepada berbagai kalangan, mulai dari pelanggan hingga pedagang pasar dan tukang becak.
Kaos tersebut berwarna putih dengan lingkaran hijau di leher dan lengan serta memiliki tulisan khusus yang hanya ia ketahui. Awalnya, ia menawarkan hadiah sebesar Rp10 juta bagi siapa saja yang dapat menemukan kaos tersebut.
Namun, karena tantangan ini menarik banyak perhatian, Harjanto pun menaikkan hadiahnya menjadi Rp30 juta.
"Siapapun yang bisa menyerahkan kaos promosi Marimas tahun 1995 tersebut karena sangat romantis buat saya, akan saya kasih hadiah," ucapnya di TikTok beberapa waktu lalu.
Petunjuk Pertama: DM Misterius dari Mas Khoiri
Setelah pencarian panjang, pada tanggal 11 Maret 2025, Harjanto Halim mengaku menerima sebuah pesan DM dari seorang netizen bernama Khoiri.
Baca Juga: Siapa Harjanto Halim? Bos Marimas Viral Gelar Sayembara Kaos Berhadiah Rp30 Juta
"Mas, saya kelihatannya punya kaosnya. Saya ingat kaos itu ada tulisan Marimas yang besar dan di bawahnya tertulis ‘Parade Becak’," tulis Khoiri dalam pesannya.
Mendapat pesan ini, Harjanto Halim langsung tertegun. Ia merasa ada kemungkinan besar bahwa Khoiri memang memiliki kaos yang ia cari. Namun, ketika ia meminta bukti foto, orang tersebut mengatakan bahwa kaos tersebut masih dalam pencarian.
Percakapan mereka berlanjut hingga 18 Maret, ketika Harjanto Halim kembali menghubungi Khoiri untuk menanyakan perkembangan pencarian.
Namun, Khoiri belum menemukannya. Harjanto pun bertanya dari mana ia mendapatkan kaos tersebut, dan jawaban Khoiri semakin membuat dirinya merasa yakin.
"Dulu, bapak saya tukang becak di Semarang," ujar Khoiri.
Mendengar ini, Harjanto Halim merasa terharu. Dua petunjuk kuat telah ia temukan: tulisan "Parade Becak" di kaos dan asal-usul kaos yang diberikan kepada tukang becak di Semarang pada tahun 1995. Namun, waktu terus berjalan dan Khoiri belum juga menemukan kaos tersebut.
Momen yang Dinanti: Kaos Akhirnya Ditemukan!
Tanggal 30 Maret menjadi hari bersejarah bagi pencarian ini. Setelah berkali-kali dihubungi dan diminta untuk mengirimkan bukti, akhirnya Khoiri mengirimkan foto kaos yang dimaksud.
"Tau-tau jebret! Dia ngirim foto dan bertanya, ‘Betul yang ini nggak?’" cerita Harjanto dengan penuh antusias.
Ternyata benar! Kaos tersebut memiliki tulisan "Parade Becak" yang ia rancang sendiri. Harjanto Halim menjelaskan bahwa konsep Parade Becak ini sengaja ia buat pada tahun 1995 karena melihat banyaknya becak di Semarang saat itu.
Ia memanfaatkan becak sebagai papan reklame berjalan dengan memberikan kaos dan prodhk gratis kepada para tukang becak.
Lucunya, Harjanto Halim heran, meski telah menemukan kaos tersebut, Khoiri tetap bersikap santai. Bahkan, ketika diajak berbicara lebih lanjut, ia mengaku masih ragu dengan keasliannya.
"Saya bingung, Pak. Ini bener atau nggak?," ujar Khoiri polos yang ditirukan Harjanto Halim saat menghubungi pria tersebut lewat panggilan video.
Bahkan, ketika Harjanto Halim menanyakan mengapa ia tidak segera mengabari, Khoiri menjawab, "Mau ke kuburan dulu, mau ziarah dulu, karena besok Lebaran."
Melihat sikap jujur dan sederhana Khoiri, Harjanto Halim semakin kagum. Ia menyebut Khoiri sebagai "makhluk langka" karena sikapnya yang tidak tergesa-gesa meskipun ada hadiah besar yang menantinya.
Meski begitu, akhirnya, Harjanto Halim memastikan bahwa Khoiri adalah pemenang sah dari hadiah Rp30 juta. Pertemuan mereka dijadwalkan pada tanggal 8 April untuk menyerahkan hadiah tersebut secara langsung.
Nostalgia dan Makna di Balik Kaos Marimas 1995
Kisah pencarian kaos Marimas 1995 ini tidak hanya menarik perhatian karena tantangan berhadiah besar, tetapi juga karena nilai sentimental yang dikandungnya.
Bagi Harjanto Halim kaos ini bukan sekadar barang promosi, melainkan bagian dari sejarah perusahaannya. Melalui kaos ini, ia mengenang perjuangan awal Marimas dan strategi pemasaran kreatifnya di masa lalu.
Bagi netizen, kisah ini menjadi bukti bahwa benda-benda lama bisa memiliki kenangan yang mendalam dan bahkan bernilai tinggi. Kisah ini juga mengajarkan bahwa kejujuran dan kesederhanaan, seperti yang ditunjukkan oleh Khoiri, bisa membawa berkah yang tak terduga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Profil dan Kekayaan Mochtar Riady yang Mau Jual One Raffles Place Singapura
-
Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
-
Tak Sekadar Detoks, Sauna Komunal Ubah Cara Orang Menikmati Wellness di Bali
-
5 Resep Sahur Sehat Anti Lemas agar Puasa Tetap Berenergi Seharian
-
Puasa Setengah Hari Apakah Sah? Ini Penjelasan Berdasarkan Al-Quran dan Hadis
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah yang Benar, Ini Keutamaannya
-
Resep Praktis Gehu Pedas Ala Chef Devina Hermawan untuk Takjil Ramadan
-
Tips Atur Jam Tidur saat Ramadan: Istirahat Tetap Cukup tanpa Skip Sahur
-
Mandi Junub Dulu atau Sahur Dulu? Simak Hukum dan Urutan Terbaiknya Menurut Syariat
-
Viral Influencer Sebut Sahur Ganggu Jam Tidur, Ini Keutamaannya dalam Islam