Konflik mulai terjadi ketika Hambali (Fattah Amin), putra dari Walid, kembali dari Yaman. Hambali sadar sekte ayahnya sudah keluar dari jalur agama.
Akhirnya Hambali dan Baiduri berusaha untuk melindungi keluarga mereka dan membongkar rahasia di balik sekte tersebut.
Diketahui, Erma merupakan produser dan sutradara kenamaan di Malaysia. Ia mulanya merupakan aktris yang pertama kali dikenalkan lewat film berjudul Rozana Cinta 87 yang dirilis pada tahun 1987. Ia konsisten dalam setiap akting yang dibawakannya.
Erma sudah membintangi puluhan film dan serial. Ia juga menjadi sutradara hingga produser.
Ingat Lagi Sekte Kontroversial di Malaysia
Global Ikhwan Services and Business Holdings (GISB) sempat menjadi sorotan di Malaysia. Mereka mengklaim sebagai perusahaan konglomerat Malaysia yang menerapkan gaya hidup Islami sesuai ajaran Nabi Muhammad.
GISB pada tahun 2024 menuai kontroversi di mana ratusan anak diselamatkan lantaran diduga menjadi korban pelecehan seksual di panti-panti sosial yang dikelola oleh GISB.
Jika ditarik mundur, perusahaan tersebut diduga berakar pada sekte keagamaan yang telah dilarang pemerintah sejak tiga dekade lalu, Al-Arqam.
GISB mengakui keterkaitannya dengan sekte Al-Arqam, yang dilarang pada 1994, dan menyebut almarhum ustaz Ashaari Muhammad sebagai pendirinya. Namun, GISB berupaya untuk menjaga jarak dari praktik dan ajaran sekte tersebut yang dianggap sesat oleh pemerintah.
Baca Juga: Mengenal Istilah Nikah Batin: Dilakukan Walid di Drama 'Bidaah', Apakah Sah dalam Islam?
Kontroversi GIBS
Pimpinan GIBS, Nasiruddin Ali tidak mengelak terjadi kasus sodomi di panti asuhan yang dikelola GISB. Namun Nasiruddin membantah adanya tindak kekerasan di panti asuhan yang menampung 402 orang anak itu.
Namun pada 13 September 2024, ditemukan bukti-bukti mengejutkan setelah polisi bertindak dan menyelamatkan anak-anak dari panti asuhan tersebut. Sebagian anak mengalami cedera akibat kekerasan fisik sehingga muncul tuduhan eksploitasi kerja.
Tak hanya itu, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan ditemukan sejumlah anak mengalami kekerasan seksual. Total saat ini ada 13 anak yang disodomi.
Setidaknya ada 20 panti asuhan yang dikelola oleh Global Ikhwan Malaysia. Dengan jumlah seluruh anak di sana mencapai angka 402 orang. Namun sementara ini pihak berwenang baru melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan pada sekitar 170 anak.
Jika tuduhan sodomi hingga kekerasan fisik eksploitasi anak itu benar maka kemungkinan jumlah korban akan bertambah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Segera Dibuka: Cek Jadwal, Link dan Cara Daftarnya
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
10 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Terbaru Februari 2026
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Belajar Menang dari Proses: Perjalanan Panjang Siswa Indonesia di Dunia Robotika Global
-
Daftar Kode Terselubung dalam Epstein Files, Ada Pizza hingga Ice Cream
-
Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global
-
5 Rekomendasi Smart TV 32 Inch Murah Terbaik untuk Keluarga Baru
-
Siapa Keluarga Rothschild yang Disebut dalam Epstein Files? Ini Profilnya