Suara.com - Presiden RI ketujuh, Joko Widodo alias Jokowi digugat oleh seorang warga Kota Solo, Aufaa Luqmana. Gugatan dilayangkan lantaran ia merasa kesulitan membeli mobil Esemka.
Ia menilai mobil yang sempat dipopulerkan oleh Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo itu sulit diakses oleh masyarakat, termasuk dirinya, sehingga memicu kekecewaan dan berujung pada langkah hukum.
Gugatan yang diajukan oleh Aufaa ternyata tidak hanya ditujukan kepada Jokowi, tetapi juga menyasar PT Solo Manufaktur Kreasi, produsen mobil Esemka yang turut digugat dalam perkara tersebut.
Menurut kuasa hukum Aufaa, Sigit N. Sudibyanto, gugatan tersebut dilayangkan karena penggugat merasa dirugikan oleh janji-janji yang pernah disampaikan oleh Jokowi terkait mobil Esemka.
Janji itu dinilai telah menimbulkan harapan yang tidak terpenuhi hingga akhirnya mendorong kliennya untuk menempuh jalur hukum.
"Karena telah memprogramkan mobil Esemka sebagai brand mobil nasional," kata Sigit.
Seperti diketahui, sejak menjabat sebagai Wali Kota Solo sampai dengan Presiden, Jokowi kerap mempromosikan mobil Esemka yang membuat masyarakat tertarik untuk memilikinya.
Aufaa pun pun menjadi salah satu yang tertarik. Sejak tahun 2021 ia datang ke pabrik mobil Esemka di Boyolali, namun berselang empat tahun ia merasa kesulitan mendapat mobil Esemka tersebut.
Maka, hasil dari kekecewaan yang berlarut itu, ia memutuskan menempuh jalur hukum untuk menggugat Jokowi selaku figur yang gencar mempromosikan mobil Esemka.
Baca Juga: Ingin Jaga Jarak dari Prabowo? Analis Bongkar Alasan di Balik Aksi Jokowi Nonton Timnas di GBK
Kilas Balik Mobil Esemka, Identik dengan Jokowi
Mobil Esemka memiliki sejarah panjang yang bermula dari sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah.
Sebelum resmi diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi, mobil ini pertama kali diperkenalkan ke publik saat Joko Widodo masih menjabat sebagai Wali Kota Solo pada tahun 2011.
Perlu diketahui, Esemka sendiri merupakan proyek kolaborasi dengan produsen mobil asal Tiongkok, yaitu Chery Automobile Co. dan Guandong Foday Automobile Co.
Meskipun proses perakitannya dimulai pada tahun 2011, pengembangan mobil Esemka sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2007 silam.
Pada saat itu, SMK Negeri 1 Trucuk di Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Autocar Industri Komponen (AIK) untuk merancang dan memproduksi komponen mesin mobil berkapasitas 1500 cc.
Barulah pada tahun 2009, Sukiyat membimbing para siswa SMK jurusan otomotif di Solo dan berhasil meluncurkan prototipe mobil bernama Rajawali (R1).
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan