Suara.com - Rumah Literasi tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial X karena adanya dugaan penggelapan dana donasi. Rumah baca gratis di Garut, Jawa Barat ini, yang awalnya dikenal sebagai tempat bacaan cuma-cuma untuk masyarakat umum, kini menuai kecurigaan publik.
Netizen curiga karena pengelola Rumah Literasi, yang identitasnya belum diketahui, tidak pernah memberikan penjelasan lengkap mengenai rumah baca gratis tersebut. Mereka juga tidak pernah menjawab pertanyaan detail mengenai alamatnya.
Kejanggalan sikap pengelola Rumah Literasi ini membuat warganet mempertanyakan transparansi pengelolaan dana donasi. Terlebih lagi, Rumah Literasi selama ini membuka donasi untuk publik yang ingin membantu menambah koleksi perpustakaan gratis ini.
Profil Rumah Literasi
Rumah Literasi melalui akun X @rumahliterasii memperkenalkan diri sebagai komunitas yang mewadahi para pencinta literasi dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Mereka menawarkan fasilitas berupa tempat membaca gratis untuk siapa saja dan seringkali mengabadikan momen membaca para pengunjung dari berbagai rentang usia, mulai dari anak sekolah hingga lanjut usia.
Rumah Literasi dikenal sebagai sebuah inisiatif yang menyediakan akses gratis bagi publik untuk membaca. Tempat ini seringkali mendokumentasikan dan membagikan berbagai kegiatan para pembacanya yang datang untuk menikmati beragam koleksi buku yang tersedia. Beberapa unggahan mereka memperlihatkan kehadiran pembaca dari berbagai generasi, termasuk siswa dan lansia, yang memanfaatkan fasilitas di Rumah Literasi.
Di media sosialnya, Rumah Literasi berlokasi di Garut, Jawa Barat. Di bagian bio, terdapat link berisi katalog perpustakaan berjalan berisi daftar buku yang tersedia di Rumah Literasi.
Komunitas Rumah Literasi mendeskripsikan diri sebagai program pengabdian yang memberikan peluang bagi anak-anak muda dari seluruh indonesia untuk dapat berkontribusi dalam mengembangkan peranan literasi indonesia, baik dalam dunia nyata atau digital. Visi rumah literasi adalah sebagai komunitas anak muda yang berkontribusi untuk peningkatan literasi masyarakat wilayah 3T.
Rumah Literasi punya 3 misi antara lain:
1. Mendekatkan akses buku di daerah untuk masyarakat
2. Menjadi anak muda yang peduli dalam isu literasi dan pendidikan
3. Membantu sekolah atau perpustakaan dalam penyediaan buku bacaan
4. Berperan mengkampanyekan isu literasi di digital
Rumah Literasi mempunyai 2 program yaitu:
Baca Juga: SBY Beri Nasihat Sebelum Tarif Trump Bikin IHSG Anjlok, Netizen Tunggu Petuah Jokowi
1. Lapak Baca
Lapak baca merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan rumah literasi setiap weekend bertempat di alun-alun Kota Garut. Program ini bertujuan untuk mendekatkan akses buku untuk masyarakat
2. Rumah Baca
Rumah baca merupakan program yang sudah berjalan selama 1 tahun ini, rumah baca berlokasi di Kota Garut. Rumah baca berperan untuk menjadi tempoat peminjaman buku untuk masyarakat sekitar
Rumah Literasi punya beberapa divisi antara lain content writer, graphic designer, public relation, content creator dan sekretaris
Rumah Literasi Lagi Viral di X
Rumah Literasi di Garut sedang ramai dibicarakan di media sosial X karena diduga menyelewengkan dana donasi. Alih-alih untuk rumah baca gratis, dana tersebut diduga digunakan pengelola untuk membangun perpustakaan pribadi.
Isu ini mencuat di media sosial dan memicu perdebatan di masyarakat. Kecurigaan muncul bermula dari cuitan akun X @/kuemarj yang menduga bahwa Rumah Literasi menyelewengkan dana donasi lantaran pengelola tidak membalas pesan mengenai kejelasan laporan keuangan.
"halo rifan. saya yakin kamu suka baca buku dan kamu seharusnya juga tau kalau crowdfunding seperti yg kamu lakukan selama ini seharusnya ada financial statement dan saya pernah tanya tapi kamu gak pernah balas. postingan kamu juga shady bgt, dan beberapa postingan kamu hapus," tulisnya dikutip pada Kamis (10/4/2025).
Berita Terkait
-
Waspada Tren Sewa iPhone di Momen Lebaran, Ini Ancaman di Baliknya
-
Bikin Ngakak! Ayah Ini Bikin Heboh di Pernikahan Anaknya, Gegara Ini...
-
Viral Penumpang Mobil Fortuner Plat Dinas Kemhan Diduga Transaksi dengan PSK, Kemenhan Bertindak!
-
Viral di Medsos, Serial Bidaah Diklaim Raup 2,5 Miliar Views dalam Sebulan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?