Ketika ditanya alamat lengkapnya, pengelola Rumah Literasi tidak pernah menjawab dengan detail. Mereka hanya menyebutkan lokasi di sekitar perbatasan dengan Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Cilawu, Garut. Sikap janggal pengelola ini membuat warganet mempertanyakan transparansi pengelolaan dana donasi.
Padahal, Rumah Literasi membuka donasi untuk publik yang ingin menyumbang koleksi buku untuk perpustakaan gratis tersebut. Saat ditagih, Rumah Literasi memberikan dokumen pemasukan dan pengeluaran dana donasi, termasuk daftar buku yang sudah dibeli.
Namun, para donatur menemukan kejanggalan lain. Mereka merasa dana yang mereka sumbangkan tidak tercatat dalam laporan keuangan yang dibagikan oleh Rumah Literasi. Padahal, donasi tersebut diberikan secara rutin setiap minggu, dengan nominal hingga ratusan ribu rupiah, seperti yang terlihat pada bukti transfer yang ditunjukkan oleh akun @/yunaurosa.
Hingga kini, Rumah Literasi belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait masalah ini. Sementara itu netizen ramai protes dan menyindir Rumah Literasi yang diduga menggelapkan dana. Kendati demikian, Rumah Literasi memberikan link menuju laporan keuangannya.
"Donasi tapi transparansi sama laporan keuangan dan tempat fisik alamatnya aja ga jelas? Ko ada yg mau donate ya," kata seorang netizen. "Banyak yg donasi tapi gamasuk data gsheet yg lo bikin. Kemana duitnya?" tanya yang lain.
"Transparansi kakk. laporan keuangan nya ditungguin tuh, udah rame loh di X," ujar netizen. "Rumah literasi, tapi alamat lengkapnya gak ada. Penipu!" seru yang lain.
"Setelah liat di X, ternyata kalian nggk beda jauh sm koruptor. Kecewa bgt. Duit donasi gue dikorup," imbuh seorang netizen. "Hati-hati guys donasi buat isi library pribadi wkwkwk alamat ditanya dimana ngeles mulu," tambah yang lainnya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Baca Juga: SBY Beri Nasihat Sebelum Tarif Trump Bikin IHSG Anjlok, Netizen Tunggu Petuah Jokowi
Berita Terkait
-
Waspada Tren Sewa iPhone di Momen Lebaran, Ini Ancaman di Baliknya
-
Bikin Ngakak! Ayah Ini Bikin Heboh di Pernikahan Anaknya, Gegara Ini...
-
Viral Penumpang Mobil Fortuner Plat Dinas Kemhan Diduga Transaksi dengan PSK, Kemenhan Bertindak!
-
Viral di Medsos, Serial Bidaah Diklaim Raup 2,5 Miliar Views dalam Sebulan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?