Suara.com - Meski angka kesetaraan gender di Indonesia menunjukkan tren membaik, jalan menuju keadilan yang merata bagi perempuan masih panjang. Beberapa capaian memang patut diapresiasi, tetapi tantangan struktural dan kultural yang dihadapi perempuan dalam berbagai sektor tetap signifikan.
Oleh karena itu, melalui Women Empowerment Conference (WEC) 2025, PT Mustika Ratu Tbk berupaya menjembatani kesenjangan itu dengan menghadirkan ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor. Ini juga merupakan komitmen mereka terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)
Konferensi yang digelar di Ballroom Westin Hotel Jakarta, Senin (14/4), ini mengangkat tema “Unlock Our Potential, Shaping the Future of Indonesia” dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas perempuan.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi. Dalam sambutannya, Putri Kus menekankan pentingnya konferensi ini sebagai katalisator perubahan.
“Saya berharap, WEC 2025 dapat menjadi pemicu perubahan bagi para perempuan untuk berani berpikir visioner, berani mengejar mimpi, dan berusaha mewujudkan pemikirannya hingga dapat membangun ekosistem yang memberdayakan lebih banyak perempuan untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah, di mana perempuan dapat memimpin di segala aspek kehidupan,” ujarnya.
Komitmen itu bukan tanpa alasan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat penurunan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) dari 0,459 pada 2022 menjadi 0,447 di tahun 2023. Sementara Indeks Pembangunan Gender (IPG) naik dari 91,63 menjadi 91,85. Angka ini mencerminkan perbaikan, namun juga menunjukkan bahwa kesenjangan masih nyata.
Partisipasi perempuan di bidang strategis masih rendah. Perempuan yang bekerja di sektor teknologi hanya sekitar 27 persen, sementara akademisi perempuan di institut teknologi hanya 35,7 persen. Di sektor pendidikan kedokteran spesialis, hanya 41,6 persen perempuan yang menempuh studi ini. Representasi politik pun masih minim, dengan keterwakilan perempuan hanya 22,14 persen.
Kekerasan berbasis gender pun masih menghantui. Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 mengungkap bahwa 1 dari 4 perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual dalam hidupnya.
Menyikapi tantangan ini, WEC 2025 menghadirkan lebih dari 20 perempuan inspiratif dari berbagai latar belakang—Menteri, Wakil Menteri, profesional, akademisi, hingga aktivis. Mereka berbagi pengalaman dan strategi melalui diskusi panel untuk menciptakan perubahan konkret.
Baca Juga: Peran Ayah sebagai Kiblat Persepsi Anak Perempuan dalam Memilih Pasangan
Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kesetaraan dan keberdayaan perempuan.
“Kami tidak hanya berkomitmen pada industri kecantikan, tetapi juga bertekad menjadi bagian dari perubahan sosial yang lebih besar melalui pemberdayaan perempuan. Kami percaya bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Karena itu, konferensi ini hadir sebagai upaya membuka jalan, membuka pikiran, dan membuka potensi perempuan Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa,” ujar Kusuma Anjani.
Konferensi ini juga menjadi bagian dari perayaan 53 tahun Mustika Ratu yang mengusung semangat Melestarikan Budaya, Memberdayakan Wanita, dan Berinovasi Mempercantik Dunia. Selain diskusi, kegiatan sosial turut digelar, seperti donasi alat tulis dan buku untuk anak-anak perempuan yang membutuhkan pendampingan, serta dukungan literasi nasional melalui Ruang Bersama Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, Women Empowerment Conference 2025 menjadi panggung penting bagi perempuan Indonesia untuk tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi penggerak utama perubahan menuju masa depan yang lebih cerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun
-
Dari Tiang Bambu hingga Merah Putih, Kisah Kecil di Balik Momen Kemerdekaan
-
APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik
-
HP Xiaomi RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Memori hingga 1 TB
-
Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan
-
Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!
-
Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?
-
RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun
-
Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol
-
Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?