Suara.com - Hari buruh Internasional diperingati setiap tanggal 1 Mei 2025 jatuh pada hari Kamis mendatang. Momen ini menjadi istimewa lantaran berdekatan dengan akhir pekan dan juga peringatan Hari Raya Kenaikan Isa Almasih. Lantas, apakah Hari Buruh libur?
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Tiga Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2025, hari Kamis, 1 Mei 2025, ditetapkan sebagai hari libur nasional. Kemudian, tidak ada penetapan untuk cuti bersama pada hari setelahnya. Kecuali jika cuti diambil secara individu oleh karyawan atau pekerja.
Hari Libur Nasional Mei 2025
Masih mengacu pada SKB 3 Menteri, terdapat tiga Hari Libur Nasional di bulan Mei 2025 yang dinanti oleh masyarakat untuk merayakan atau memperingati peristiwa besar serta sebagai kesempatan menukmati momen liburan. Berikut ini adalah tanggal-tanggalnya:
• Kamis, 1 Mei 2025: Hari Buruh Internasional
• Senin, 12 Mei 2025: Hari Raya Waisak
• Kamis, 29 Mei 2025: Kenaikan Yesus Kristus
Cuti Bersama Bulan Mei 2025
Tak hanya Hari Libur Nasional, bulan Mei juga mempunyai dua hari Cuti Bersama. Berikut ini tanggal cuti bersama bulan Mei 2025:
• Selasa, 13 Mei 2025: Cuti Bersama Hari Raya Waisak
• Jumat, 30 Mei 2025: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2025? Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat, Ini Jadwalnya
Dengan adanya cuti bersama tersebut, masyarakat pun bisa menikmati libur panjang atau long weekend. Nah momen ini bisa dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga maupun merencanakan perjalanan liburan.
Libur Panjang Mei 2025
Bagi Anda yang menantikan libur panjang, bulan Mei 2025 mempunyai beberapa kesempatan emas untuk itu. Berikut ini rangkaian libur panjang yang akan terjadi di akhir bulan Mei:
• Jumat, 29 Mei 2025: Libur Kenaikan Yesus Kristus
• Sabtu, 30 Mei 2025: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
• Minggu, 31 Mei 2025: Libur Akhir Pekan
Sejarah Hari Buruh di Indonesia
Sejarah Hari Buruh di Indonesia berawal daei terjadinya sebuah pemberontakan besar di Jambi pada tahun 1916. Peristiwa besar itu membuat pihak kolonial Belanda kewalahan dan menanganinya dengan mengerahkan polisi serta tentara kolonial secara masal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
7 Sabun Cuci Muka Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Mulai Rp20 Ribuan
-
BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
-
Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN
-
Ribuan Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital
-
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
-
Hanya Penyadapan yang 100 Persen, Dewas KPK Ungkap Banyak Laporan Penindakan yang 'Molor'
-
Pariwisata Kuatkan Ekonomi, Pendidikan Menjaga Jiwa Budaya Suku Osing
-
Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Farizon Gandeng 5 Mitra Strategis, Serahkan Unit SV di GIIAS 2026