Siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah
Kuota: Maksimal 10%
Jadwal Pendaftaran SPMB/PPDB 2025
Mengacu pada Surat Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 No. 2728/C/HK.04.01/2025:
1. Perencanaan (Maret–April 2025)
Penetapan wilayah, kapasitas, dan petunjuk teknis jalur penerimaan
Pembentukan panitia
Pengadaan aplikasi pendaftaran
Sosialisasi dan deklarasi prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan
2. Pelaksanaan (Mei–Juli 2025)
Pengumuman pembukaan pendaftaran: paling lambat awal Mei 2025
Baca Juga: PPG Bahasa Indonesia Tumbuhkan Minat Literasi dengan Pembelajaran yang Asik
Pengumuman dan saluran pelaporan: ditentukan Pemda
Penetapan siswa baru: Juni–Juli 2025
3. Pasca Penerimaan (Agustus 2025)
Pengintegrasian data siswa baru
Pelaporan ke dinas pendidikan dan unit pelaksana teknis penjaminan mutu: paling lambat 3 bulan setelah pelaksanaan
Syarat Pendaftaran SPMB SMA/SMK 2025
Syarat Umum
Usia maksimal: 21 tahun per 1 Juli 2025
Telah menyelesaikan kelas 9 SMP atau setara
Syarat Khusus Berdasarkan Jalur SMA
Domisili:
Kartu Keluarga, dokumen pendukung domisili, keterangan untuk orang tua yang meninggal/cerai
Afirmasi:
Dokumen pendukung kondisi ekonomi atau disabilitas
Prestasi:
Sertifikat dan bukti prestasi akademik/non-akademik, dengan bobot penilaian tertentu
Mutasi:
Surat pindah tugas orang tua atau surat keterangan sebagai anak guru
SPMB/PPDB adalah singkatan dari dua istilah yang merujuk pada proses penerimaan siswa baru di jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, seperti SD, SMP, SMA, dan SMK.
Penjelasan Singkat:
PPDB: Penerimaan Peserta Didik Baru
Ini adalah istilah lama yang sudah dikenal sejak beberapa tahun terakhir untuk menggambarkan proses seleksi dan pendaftaran siswa baru ke sekolah-sekolah negeri.
SPMB: Sistem Penerimaan Murid Baru
Ini adalah nama baru yang mulai digunakan mulai tahun 2025, menggantikan istilah PPDB. Perubahan ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari penyempurnaan sistem penerimaan agar lebih adil, akuntabel, dan sesuai dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional.
Berita Terkait
-
PPG Bahasa Indonesia Tumbuhkan Minat Literasi dengan Pembelajaran yang Asik
-
Sekolah dan Wacana Nasional Menurut Ki Hadjar Dewantara
-
Demokrasi Butuh Guru: Ketika Politik Kehilangan Arah Tanpa Ki Hadjar Dewantara
-
Ki Hadjar di Zaman Now: Membangun Politik Pendidikan yang Berbudaya
-
Safnoviar Tiasdi Kuliah atau Gak? Begini Beda Pendidikan TikToker Dilan Janiyar dan Suami
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bikin Rezeki Seret, Ini 5 Kesalahan Pintu Rumah Menurut Feng Shui
-
Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan
-
Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat
-
Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
-
Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami
-
3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil
-
Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak