Suara.com - Seorang netizen di platform X (dulu Twitter) curhat soal plastik yang menjadi pelapis sosis. Ia ragu apakah plastik di sosis harusnya dibuang atau sebenarnya aman dimakan? Ternyata begini penjelasan dokter.
Netizen tersebut menyampaikan curhatannya melalui akun menfess @/convomf. Agaknya ia mencari pencerahan dari sesama netizen melalui curhatan yang dibagikan pada Senin (28/4/2025) itu.
"Sebenernya plastik di sosis gini harus dibuang apa aman dimakan ya? (Bertanya dengan nada Bombardillo Crocodillo)," bunyi curhatan sang netizen sambil menyertakan foto sosis sebagai konteks, seperti dilansir pada Senin (28/4/2025).
Berangkat dari curhatan viral tersebut, berikut akan dibahas tentang serba-serbi plastik pelapis sosis. Ternyata ada plastik di sosis yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan, lho. Berikut penjelasannya.
Plastik di Sosis Terbuat dari Apa?
Menurut penjelasan dr. Nadia Octavia dalam artikelnya yang dimuat di laman klikdokter.com, plastik di sosis terbuat dari beberapa jenis bahan. Perbedaan bahan inilah yang menentukan bisa atau tidak plastik sosis itu dimakan.
dr. Nadia Octavia menjelaskan bahwa biasanya plastik pelapis sosis terbuat dari kolagen ikan, kolagen sapi, kolagen domba, kolagen babi, hingga selofan tipis (selulosa). Dari semuanya, bahan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah kolagen sapi.
Kira-kira, bahan apa yang membuat plastik pelapis sosis bisa dimakan dan tidak? Dan, bagaimana cara membedakannya? Simak ulasan berikutnya, ya.
Ciri-Ciri Plastik Pelapis Sosis yang Tidak Bisa Dimakan
Masih merangkum penjelasan dr. Nadia Octavia, berikut adalah ciri-ciri plastik di sosis yang tidak bisa dimakan:
- Plastik pelapis sosis yang tidak bisa dimakan biasanya terbuat dari selulosa. Hal ini bisa diketahui dari penampakannya yang mengkilap.
- Selain mengkilap, pelapis sosis berbahan selulosa juga lebih tebal dan halus.
- Plastik pelapis yang tidak bisa dimakan cenderung lebih mudah dikupas.
- Sulit dipotong. Apabila kamu mencoba memotongnya, akan terlihat plastik pelapis terpisah dengan isinya.
- Plastik pelapis sosis yang tidak bisa dimakan umumnya akan mengkerut dan terpisah dari dagingnya apabila dimasak.
- Sosis dengan plastik pelapis inedible cenderung dijual dengan harga yang lebih murah. Sebab bahan selulosa memang diketahui lebih murah dari kolagen hewan yang bisa dimakan.
Ciri-Ciri Plastik Pelapis Sosis yang Bisa Dimakan
Sama seperti sosis dengan plastik pelapis yang tidak bisa dimakan, produk yang memiliki lapisan plastik edible juga memiliki ciri tertentu menurut dr. Nadia Octavia. Berikut penjelasannya:
Baca Juga: Resep Rahasia Bumbu Sosis Bakar Istimewa: Upgrade Jualanmu Jadi Lebih Laris!
- Pelapis sosis yang bisa dimakan biasanya terbuat dari kolagen hewan, seperti ikan, sapi, atau babi. Cirinya adalah tidak mengkilap dan warnanya bening.
- Karena warna kolagen cenderung bening, bagian dalam sosis bisa terlihat. Ini menunjukkan bahwa sosis tersebut aman dimasak dan dimakan dengan plastik pelapisnya.
- Ciri lainnya, sosis yang menggunakan kolagen sebagai pelapisnya akan susah dikupas. Jadi kalau enggan mengupasnya karena sulit, plastiknya bisa langsung dimasak saja.
- Lapisan plastiknya tidak rusak ketika dimasak.
- Harganya lebih mahal. Seperti disebutkan sebelumnya, harga kolagen cenderung lebih mahal ketimbang selulosa. Hal ini membuat harga sosisnya juga lebih mahal.
Nah, begitulah penjelasan perihal plastik di sosis beserta serba-serbinya. Jadi ada yang plastiknya bisa dimakan dan tidak, jangan sampai salah, ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Dimulai Kapan? Ini Jadwal Lengkap dari Fase Grup hingga Final
-
5 Warna Dapur Terbaik Menurut Feng Shui yang Bisa Mendatangkan Rezeki dan Kemakmuran
-
Terpopuler: Apa Saja Weton Tulang Wangi, Rekomendasi Sunscreen SPF 30 untuk Indoor
-
Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru
-
Apa Itu Tapa Bisu? Tradisi yang Dilakukan Setiap Malam 1 Suro
-
Perlukah Pakai Bedak Tabur usai Pakai Cushion? Ini Saran MUA agar Makeup Tahan Lama
-
5 Lip Serum untuk Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah, Bisa Melembapkan dan Mencerahkan
-
Rekam Jejak Said Iqbal, Sang Tokoh Buruh yang Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Handbody Apa yang Mengandung Kolagen? Ini 5 Pilihan Murah yang Dapat Review Bagus
-
5 Skincare Andalan Asha Assuncao "Terikat Janji" untuk Kulit Sensitif dan Berjerawat