Suara.com - Jalan kaki sangat efektif untuk menurunkan berat badan jika dilakukan secara konsisten dan dikombinasikan dengan pola makan sehat.
Aktivitas rutin seperti jalan kaki membantu meningkatkan metabolisme tubuh Anda.
Selain itu, olahraga berjalan kaki dinilai tidak memerlukan peralatan khusus, cocok untuk semua usia, dan risiko cedera rendah.
Jalan kaki juga mendukung berat badan turun saat kalori yang dibakar melebihi asupan, dan jalan kaki membantu mencapai defisit ini.
Lantas seperti apa durasi ideal jalan kaki dalam sehari yang bisa menurunkan berat badan? Berikut ulasannya.
Durasi ideal jalan kaki untuk menurunkan berat badan adalah minimal 30 menit per hari dengan kecepatan sedang, dan bisa diperpanjang hingga 45-60 menit per hari untuk hasil yang lebih optimal.
Jalan kaki selama 30 menit setiap hari sudah cukup efektif untuk membakar kalori dan membantu penurunan berat badan, terutama jika dilakukan dengan kecepatan sedang.
Untuk hasil yang lebih signifikan, banyak pakar dan pengalaman publik figur menyarankan 45–60 menit jalan kaki per hari.
Durasi ini terbukti dapat mempercepat pembakaran kalori dan penurunan berat badan.
Studi juga menunjukkan bahwa wanita yang berjalan kaki 50-70 menit, tiga kali seminggu selama 12 minggu bisa menurunkan berat badan sekitar 2,7 kg
Jarak dan Langkah Ideal
- Target umum yang dianjurkan adalah 10.000 langkah per hari atau sekitar 6,9-8 km. Target ini dapat membakar sekitar 300-400 kalori per hari, tergantung berat badan dan kecepatan berjalan.
- Jika 10.000 langkah terasa berat, bisa dimulai dari 3.500 langkah per hari dan ditingkatkan secara bertahap.
Tips Agar Jalan Kaki Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
- Tingkatkan kecepatan: Jalan kaki dengan kecepatan sedang hingga cepat lebih efektif membakar kalori.
Berita Terkait
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
Jawab Tekanan Biaya Hidup, Generali Hadirkan Asuransi Syariah dengan Fitur Wakaf
-
Kulit Gampang Merah, Jerawat Makin Parah? Polusi dan Gaya Hidup Jadi Pemicu
-
Detoks Emosi di Bulan Suci: Manfaat Ramadan bagi Kesehatan Mental
-
Disebut Mandek 10 Tahun, Pramono Anung Heran Soal Gaji Nakes Jakarta: Masa Sih Nggak Naik?
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Inspirasi Menu Buka Puasa: Tenya Tempura Tendon, Renyah dengan Cita Rasa Jepang Asli di Central Park
-
Apa Penyebab Penyakit Campak? 'Kasus' Selebgram Ruce Nuenda Jadi Perbincangan
-
Sambut Hari Raya dengan Suasana Baru: Tren Hunian Compact dan Multifungsi Kian Diminati
-
Warna Salem Seperti Apa? Intip Ide Mix and Match Baju Lebaran agar Kulit Tampak Cerah
-
Apakah 20 Maret 2026 Libur? Cek Keputusan SKB 3 Menteri Ini
-
Tetap Segar dan Penuh Energi Selama Ramadan? Rahasianya Ada di Promo Spesial Watsons Ini!
-
6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
-
5 Ide Hampers Lebaran di Bawah Rp50 Ribu, Murah tapi Tetap Berkesan
-
Lebaran 2026 Masih Kurang Berapa Hari Lagi? Cek Tanggalnya
-
Terpopuler: Pemilik Selat Hormuz, Transformasi Bupati Pekalongan yang Terjerat OTT KPK