- Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada pada 12 hingga 20 Juni 2026.
- Pakar kesehatan menilai risiko penyakit menular seperti campak dan Ebola selama turnamen berlangsung tergolong sangat rendah.
- Petugas kesehatan menggunakan pemantauan air limbah dan media sosial guna mendeteksi serta mencegah penyebaran penyakit lebih dini.
Suara.com - Piala Dunia 2026 berlangsung di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada mulai 12 Juni hingga 20 Juni 2026. Dalam FIFA World Cup kali ini, penggemar bisa menonton 104 pertandingan dari 48 tim. Situasi ini rupanya turut meningkatkan risiko kesehatan bagi penggemar menurut para ahli.
Menyadur Healthline, tiga negara tuan rumah Piala Dunia telah mengalami peningkatan kasus campak baru-baru ini, yang sangat menular dan dapat mematikan di antara individu yang tidak divaksinasi. Meski demikian, risiko penularan campak di Piala Dunia rendah.
Terlepas dari kekhawatiran tentang Ebola dan hantavirus, para ahli mengatakan kecil kemungkinan penyakit langka ini akan beredar selama pertandingan.
Namun, seperti halnya pertemuan massal lainnya, selalu ada risiko penyebaran penyakit pernapasan umum di antara kerumunan. Tentu saja, gigitan nyamuk juga mungkin terjadi. Meskipun nyamuk sebagian besar hanya gangguan, beberapa di antaranya dapat menularkan penyakit menular.
Dalam turnamen sebelumnya, para ahli mengatakan penyakit yang berhubungan dengan panas merupakan ancaman terbesar selama pertandingan, yang biasanya berlangsung di luar ruangan pada bulan-bulan musim panas.
“Masalah yang paling umum adalah penyakit yang berhubungan dengan panas, dengan jatuh, diabetes, kejang, dan nyeri dada juga perlu diperhatikan,” kata William Schaffner, MD, profesor kedokteran, kebijakan kesehatan, dan penyakit menular di Universitas Vanderbilt.
“Konsep mendasar adalah persiapan — perencanaan oleh semua lembaga terkait. Kita telah melakukan ini dengan baik sebelumnya dan seharusnya mampu mengelola acara Piala Dunia juga,” katanya kepada Healthline.
Risiko Campak dan Ebola Rendah di Piala Dunia
Kekhawatiran meningkat secara global terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggambarkan wabah tersebut sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional."
Baca Juga: Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
Namun, risiko penyebaran Ebola di Piala Dunia tetap rendah.
“Risiko masuknya Ebola sangat rendah. Jika hal itu terjadi, dengan peningkatan kesadaran, pasien harus segera didiagnosis dan dapat dirawat dengan aman oleh rumah sakit dan personel AS menggunakan prosedur pengendalian infeksi yang ketat,” kata Schaffner.
“Ingat, Ebola tidak mudah menyebar, berbeda dengan influenza dan COVID-19.”
Kekhawatiran potensial lainnya adalah campak di tengah lonjakan kasus baru-baru ini di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Namun, para ahli mengatakan risiko tertular campak selama pertandingan juga rendah.
“Ada kemungkinan terjadi masuknya campak atau penyakit lain yang dapat dicegah dengan vaksin,” kata Schaffner.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?
-
12 Link Twibbon Tahun Baru Islam 2026 Gratis, Mudah Diunduh dan Dibagikan
-
Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H dan Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?
-
5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial
-
5 Bedak Tabur Non Comedogenic BPOM Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh
-
30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos
-
Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta
-
15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp
-
Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban