- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan meskipun mengalami defisit bulanan.
- Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp20 triliun untuk memperkuat pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional melalui suntikan modal langsung.
- Kementerian Kesehatan sedang memproses payung regulasi agar dana tersebut segera tersalurkan untuk memperlancar pembayaran klaim rumah sakit.
Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan meski lembaga tersebut tengah menghadapi tekanan keuangan dengan defisit sekitar Rp2 triliun per bulan.
Alih-alih menaikkan iuran peserta, pemerintah saat ini fokus menyiapkan suntikan dana sebesar Rp20 triliun ke BPJS Kesehatan guna memperkuat kemampuan pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Untuk yang kenaikan tarif, saya jawab tegas tidak ada," kata Budi kepada wartawan di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (11/6/2026)
Budi menyebutkan bahwa pihaknya telah meminta dukungan Menteri Sekretaris Negara agar dana Rp20 triliun yang sudah disiapkan pemerintah dapat segera disalurkan ke BPJS Kesehatan.
"Kita di sektor kesehatan karena berkepentingan juga minta tolong kepada Pak Mensesneg agar 20 triliun dana yang sudah disiapkan oleh pemerintah sekarang perlu diinjeksikan ke BPJS," ujarnya.
Budi menjelaskan, pemerintah saat ini masih merapikan payung regulasi yang akan menjadi dasar penyaluran dana tersebut.
Ia mengaku berharap proses penyaluran dana bisa dilakukan secepat mungkin karena akan membantu kondisi keuangan BPJS Kesehatan, terutama dalam pembayaran klaim kepada fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kalau kapan kita ingin injeksi dana yang 20 triliun masuk ke BPJS, saya ingin secepat-cepatnya karena itu akan membantu BPJS agar lebih longgar dalam memberikan pembayaran ke rumah sakitnya," tutur Budi.
Menurut dia, aturan yang dibutuhkan untuk mendukung penyaluran dana tersebut saat ini sudah mulai diproses.
Baca Juga: Menkes Budi: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Berita Terkait
-
Menkes Budi: Sektor Kesehatan Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Ramai Isu Ditawari Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Menkes Budi Buka Suara
-
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar
-
Budi Gunadi Sadikin ITB Jurusan Apa? Ini Latar Belakang Pendidikan dan Kariernya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan