Masyarakat Jawa meyakini bahwa hitungan 7 hari dalam satu minggu merupakan asal usul Tuhan menciptakan alam semesta dengan 7 tahap. Berikut ini adalah nama-nama hari dalam kalender Jawa siklus mingguan:
- • Radite, Ngahad, Minggu : melambangkan meneng (diam)
- • Soma, Senen, Senin : melambangkan maju
- • Hanggara, Seloso, Selasa : melambangkan mundur
- • Buda, Rebo, Rabu : melambangkan mangiwa (ke kiri)
- • Respati, Kemis, Kamis : melambangkan manengen (ke kanan)
- • Sukra, Jemuwah, Jumat : melambangkan munggah (ke atas)
- • Tumpak, Setu, Sabtu : melambangkan tumurun (turun).
Kalender Jawa Siklus Pekan Pancawara
Zaman dulu, pekan pancawara (pasaran) digunakan oleh para pedagang untuk membuka pasar sesuai dengan hari pasaran yang ada. Inilah yang kemudian menyebabkan saat ini banyak yang menggunakan nama pasaran itu, seperti Pasar Kliwon, Pasar Legi, Pasar Pahing, Pasar Pon, dan juga Pasar Wage. Hari-hari pasaran adalah posisi sikap (patrap) yang bersumber dari bulan:
- • Kliwon (Asih) melambangkan jumeneng atau berdiri
- • Legi (Manis) berbalik arah kebelakang atau melambangkan mungkur.
- • Pahing (Pahit) melambangkan madep atau menghadap.
- • Pon (Petak) melambangkan sare atau tidur.
- • Wage (Cemeng) melambangkan lenggah atau duduk.
Nama Bulan dalam Kalender Jawa
Sama seperti kalender Masehi, Kalender Jawa juga mempunyai bulan atau dikenal juga dengan sebutan sasi. Nama-nama bulan di dalam kalender Jawa yang berasal dari bahasa Arab, mengalami perubahan kemudian disesuaikan dengan pengucapan serta bahasa orang Jawa, yakni:
- • Bulan 1 : Suro (30 hari)
- • Bulan 2 : Sapar (29 hari)
- • Bulan 3 : Mulud (30 hari)
- • Bulan 4 : Bakdo Mulud (29 hari)
- • Bulan 5 : Jumadil Awal (30 hari)
- • Bulan 6 : Jumadil Akhir (29 hari)
- • Bulan 7 : Rejeb (30 hari)
- • Bulan 8 : Ruwah (Arwah, Sabun) (29 hari)
- • Bulan 9 : Poso (Puwasa, Siyam, Ramelan) (30 hari)
- • Bulan 10 : Sawal (29 hari)
- • Bulan 11 : Dzulqoidah, dan (30 hari)
- • Bulan 12 : Besar (29/30 hari).
Itulah tadi urutan kalender Jawa Weton yang biss menjadi pedoman dalam menentukan hari baik untuk menggelar suatu acara atau kegiatan hingga melihat perwatakan seseorang. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Sunscreen Spray SPF 50 Terbaik yang Bisa Kamu Gunakan
-
Strategi Atur Napas Finansial: Mengapa Pria Usia 30-an Kini Lebih Hobi Pakai Paylater?
-
Bukan Cuma Tabungan, Ini Alasan Asuransi Wajib Masuk Rencana Masa Depan
-
7 Sepatu Lokal Sekelas Nike dan ASICS, Fleksibel Buat Jalan Jauh dan Lari
-
5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
-
Lupakan Sandal Berat! Ini Tren Alas Kaki Cloud-Walking yang Bakal Dominasi Musim Panas 2026
-
Siap-siap Cuan, 5 Shio Bakal Hoki Besar Besok Minggu 12 April 2026
-
Ironi Slogan Berakhlak Mulia Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
-
Tren Fashion 2026: Siluet Longgar Jadi Andalan, Ini Cara Bikin Outfit Simpel Terlihat Statement
-
Daftar Kepala Daerah Kena OTT KPK di 2026, Terbaru Bupati Tulungagung