- NINE ekspansi ke tambang Mongolia via rights issue tanpa membebani kas perusahaan.
- Gandeng mitra EPC+F, NINE garap tambang tanpa capex dengan target 20 juta ton per tahun.
- Transformasi bisnis NINE jadi pemain tambang regional ditargetkan rampung kuartal II-2026.
Suara.com - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengumumkan langkah transformasi bisnis yang ambisius. Emiten yang sebelumnya bergerak di bidang teknologi ini bersiap beralih menjadi pemain di sektor pertambangan melalui integrasi aset tambang batu bara di Mongolia.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari pemegang saham mayoritas, Poh Group asal Singapura. Integrasi aset milik Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR) tersebut akan direalisasikan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang ditargetkan rampung pada kuartal II-2026.
Direktur Utama NINE, Nuzwan Gufron, menjelaskan bahwa integrasi aset tambang Mongolia ini dirancang sedemikian rupa agar tidak membebani arus kas perusahaan.
"Aset tersebut akan dimasukkan ke dalam perseroan melalui proses PMHMETD. Hal ini membuka jalur yang lebih terstruktur untuk monetisasi aset dan memperkuat keterlibatan Techno9 Indonesia di masa depan dalam proyek pertambangan," ujar Nuzwan dalam keterangannya.
Aset yang akan diintegrasikan mencakup dua konsesi pertambangan batu bara dan semi-soft coking coal yang saat ini dimiliki 100% oleh Poh Kay Ping.
Salah satu poin krusial dalam ekspansi ini adalah kemitraan dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction + Finance (EPC+F) berpengalaman. Kontraktor tersebut berencana mengucurkan investasi lebih dari USD 100 juta untuk operasional tambang dengan target kapasitas produksi tahunan melampaui 20 juta ton.
Menariknya, skema EPC+F ini membuat Poh Group dan NINE tidak perlu menanggung belanja modal (capex). Mitra strategis tersebut akan menangani implementasi operasional pertambangan, baik untuk tambang milik sendiri maupun kerja sama operasi.
"Calon mitra EPC+F ini telah berpengalaman luas dalam eksploitasi pertambangan di berbagai negara sejak 1998, dengan total aset mencapai lebih dari USD 500 juta," tambah Nuzwan.
Selain di Mongolia, transformasi ini diprediksi akan memberikan dampak material terhadap rencana investasi pertambangan Poh Group di Indonesia. NINE berkomitmen untuk terus menjajaki peluang usaha baik melalui skema Kerja Sama Operasi (Joint Operation) maupun kepemilikan langsung di tanah air.
Baca Juga: Pantau Saham AS dan Kripto Kini Bisa Lebih Mudah
Langkah ini menegaskan ambisi NINE untuk tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga pemain regional di sektor energi dan sumber daya mineral, sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar