Suara.com - Produk skincare adalah investasi penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Namun, seperti halnya makanan, produk perawatan kulit juga memiliki batas waktu pemakaian dan masa rusak.
Meski kelihatannya awet, namun skincare yang disimpan berlama-lama bisa berpotensi kedaluwarsa. Padahal, menggunakan skincare yang sudah kedaluwarsa atau tidak layak pakai dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari iritasi kulit hingga infeksi.
Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda bahwa skincare kamu sudah waktunya dibuang. Berikut ini ulasan lengkapnya.
1. Perubahan Aroma yang Aneh atau Menyengat
Salah satu indikator utama bahwa produk skincare sudah tidak layak pakai adalah perubahan aroma. Produk yang sebelumnya memiliki wangi lembut atau bahkan tidak beraroma, bisa berubah menjadi tengik, menyengat, atau bau kimia yang tidak wajar.
Ini bisa menandakan bahwa bahan-bahan aktif dalam produk tersebut sudah teroksidasi atau bahkan terkontaminasi oleh bakteri. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), produk yang sudah kedaluwarsa dapat mengandung mikroorganisme yang menyebabkan iritasi atau infeksi kulit.
2. Perubahan Warna Produk
Skincare yang telah rusak biasanya mengalami perubahan warna yang cukup signifikan. Misalnya, serum vitamin C yang semula berwarna bening atau kuning pucat bisa berubah menjadi cokelat tua karena proses oksidasi.
Jika kamu melihat perubahan warna pada produk seperti toner, moisturizer, atau essence, sebaiknya hentikan pemakaian karena kualitas kandungannya sudah tidak optimal dan berpotensi merusak kulit.
Baca Juga: Banjir Review Positif! Ini Skincare Korea 2025 yang Layak Jadi Investasi Kulit
3. Tekstur Berubah Drastis
Perhatikan apakah tekstur skincare kamu berubah dari bentuk semula. Produk yang menggumpal, menjadi terlalu cair, atau terpisah lapisannya adalah tanda bahwa formula produk sudah tidak stabil.
Ini sering terjadi pada produk berbahan dasar air dan minyak yang tidak lagi mampu menyatu karena rusaknya emulsifier. Skincare dengan tekstur yang tidak wajar bukan hanya tidak efektif, tapi juga bisa menyebabkan gangguan kulit.
4. Kulit Mengalami Reaksi Negatif Setelah Pemakaian
Jika kamu merasakan perih, gatal, atau muncul kemerahan setelah memakai skincare yang sebelumnya aman digunakan, bisa jadi itu pertanda bahwa produk tersebut sudah tidak layak pakai.
Kandungan aktif yang sudah rusak dapat berubah menjadi zat iritan yang memicu reaksi alergi atau inflamasi. Dermatolog dari Cleveland Clinic menyebutkan bahwa produk yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan dermatitis kontak dan jerawat.
Berita Terkait
-
7 Rekomendasi Micellar Water Ukuran Jumbo Paling Worth It, Harganya Bikin Pengeluaran Irit
-
Produk Skincare Ramah Lingkungan Kini Jadi Pilihan, Industri Kecantikan Ikut Berbenah
-
Banjir Review Positif! Ini Skincare Korea 2025 yang Layak Jadi Investasi Kulit
-
Rangkaian Skincare Nagita Slavina di Malam Hari, Praktis untuk Travelling
-
7 Rekomendasi Sunscreen Mengandung Ceramide untuk Jaga Skin Barrier, Harga Mulai Rp40 Ribuan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara