Suara.com - Aktor Atalarik Syach baru saja terkena musibah. Rumah Atalarik Syach dibongkar Pengadilan Negeri (PN) Cibinong Bogor, pada Kamis, 15 Mei 2025.
Kondisi rumah aktor kenamaan Tanah Air tersebut saat ini hancur berantakan, bangunan yang dulu terlihat megah, kini sudah tidak bernilai.
Puing-puing atap, dinding, jendela rumah berserakan di sekitar halaman, bahkan kondisi hunian mantan suami Tsania Marwa tersebut bikin geger media sosial.
Akun TikTok @blue.sky1353 mengunggah kondisi terkini rumah Atalarik yang hancur, hingga memantik beragam komentar warganet.
Mereka menyebut, apa yang dialami Atalarik saat ini sebagai akibat dari balasan perbuatannya pada Tsania Marwa.
"Inget banget waktu Tsania diusir dari rumah, bajunya dimasukin kresek sampah warna hitam. Allah gak tidur," tulis warganet dikutip pada Jumat, 16 Mei 2025. "Dulu Tsania Marwa diusir, sekarang Atalarik Syach yang diusir dari rumah itu," sambung lainnya.
Terlepas dari tudingan tersebut, tanah seluas 7000 meter persegi yang di atasnya berdiri rumah mewah milik Atalarik, ternyata mengalami sengketa dengan Dede Tasno.
Seperti apa kronologi tanah sengketa hingga berujung pembongkaran paksa rumah Atalarik? Berikut penjelasan singkatnya.
Kronologi Rumah Atalarik Syach Dieksekusi Pengadilan Negeri Cibinong
Melansir informasi dari berbagai sumber, Atalarik Syach mengungkap bahwa jauh sebelum rumahnya dibongkar, tanah lebih dulu mengalami sengketa sejak tahun 2015 silam.
Baca Juga: Ikut Adang Eksekusi Rumah Atalarik Syach yang Sengketa, Keponakan Sang Artis Diduga Dipukul Petugas
Awalnya, Atalarik Syach digugat oleh Dede Tasno ke Pengadilan Negeri Cibinong. Aktor kenamaan tersebut pun tidak tinggal diam dan sempat melakukan perlawanan.
"Ya memang ini sudah salah satu situasi yang sudah harus saya persiapkan sejak lama dari tahun 2015, terus saya melakukan perlawanan hukum," ungkap Atalarik Syach, dilansir pada 16 Mei 2025.
Dede Tasno dalam gugatannya mengklaim bahwa tanah seluas 7000 meter persegi itu miliknya. Kenyataannya Atalarik sudah resmi membeli tanah tersebut pada tahun 2000.
Proses panjang melelahkan yang dilakukan Atalarik dalam melawan penggugat berujung pada kepahitan. Enam tahun berselang, tepatnya tahun 2021, Pengadilan Negeri Cibinong menyatakan kalau tanah tersebut milik Dede Tasno.
Keputusan itu sontak membuat Atalarik kaget dan heran. Padahal tanah sudah menjadi miliknya, terdaftar resmi di BPN, tapi saat melakukan perlawanan, seolah bukti yang dimiliki tidak kuat.
"Sampai di 2002 itu, surat-suratnya sudah ada. Saya baru bangun pagar-pagar itu di 2003," ujar Atalarik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Mencuci di Mesin Cuci Sebaiknya Pagi atau Malam? Ini Waktu Terbaik agar Hemat Listrik
-
Jadwal Puasa Sunah Bulan Juli 2026, Catat Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
7 Lip Balm untuk Memerahkan Bibir Hitam, Bikin Bibir Tampak Cerah Merona
-
7 Sepatu Ortuseight All Black, Hitam Stylish dan Empuk untuk Jalan Santai hingga Lari
-
5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
-
3 Zodiak yang Bersinar 2 Juli 2026, Rezeki dan Kesuksesan di Depan Mata
-
5 Lip Tint yang Dibuktikan Pembeli Warnanya Tahan hingga 24 Jam, Makan Bakso Tetap Stay!
-
Ramalan Zodiak 2 Juli 2026, Ada 5 Bintang Keberuntungan
-
9 Rekomendasi Lipstik Murah Terbaik untuk Bibir Hitam, Mulai Rp20 Ribu
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Generasi Muda Dipanggil Menjadi Pembawa Perubahan