Waktu pelaksanaan kurban dimulai setelah shalat Idul Adha, yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah, dan berlangsung hingga akhir hari Tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. Menyembelih sebelum shalat Id tidak dianggap sebagai kurban dan harus diulang pada waktu yang sah.
2. Syarat dan Kriteria Hewan Kurban
Agar sah sebagai hewan kurban, hewan yang disembelih harus memenuhi syarat sebagai berikut:
- Jenis hewan
Dalam syariat Islam disebutkan, jenis hewan yang tepat sebagai hewan kurban adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, dan unta. - Umur hewan
Hewan yang tepat menjadi hewan kurban harus memenuhi syarat umur. Jika kambing, harus berumur minimal 1 tahun. Jika domba harus berumur minimal 6 bulan dan fisiknya juga harus cukup besar atau berdaging, tidak kurus. Bila sapi, minimal 2 tahun. - Sehat dan tidak cacat
Hewan yang dipilih sebagai hewan kurban tidak boleh buta, pincang, sangat kurus, atau memiliki penyakit yang jelas terlihat. - Milik sendiri
Hewan kurban harus merupakan milik sah orang yang berkurban, bukan hasil curian atau dalam status sengketa. Hewan kurban bisa didapatkan dengan membeli, kemudian dipelihara selama beberapa saat sebelum disembelih.
3. Adab dan Etika dalam Penyembelihan
Islam mengajarkan untuk memperlakukan hewan dengan kasih sayang termasuk dalam proses penyembelihan. Berikut beberapa adab dan etika dalam penyembelihan yang perlu diperhatikan.
- Tajamkan pisau sebelum menyembelih agar hewan tidak menderita.
- Jangan memperlihatkan pisau kepada hewan kurban sebelum penyembelihan.
- Jangan menyembelih di hadapan hewan lain, karena hal itu dapat menimbulkan rasa takut.
- Letakkan hewan dengan tenang, posisi hewan disunnahkan miring ke sisi kiri dengan menghadap kiblat.
- Bacaan ketika menyembelih: Mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar” sebelum menyembelih. Bisa ditambah doa, seperti: “Allahumma taqabbal minni kama taqabbalta min ibrahima 'alayhis salam wa muhammadin sallallahu ‘alayhi wasallam.”
4. Teknik Penyembelihan yang Sesuai Syariat
Berikut adalah tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar secara teknis:
- Menggunakan alat yang tajam seperti pisau atau golok.
- Memotong tiga saluran utama di leher yakni tenggorokan (hulqum), saluran makanan (mari’), dan dua urat leher (wadajain).
- Pastikan darah keluar dengan deras, sebagai tanda bahwa penyembelihan sah dan hewan telah mati secara syar’i.
- Jangan mematahkan leher hewan sebelum benar-benar mati agar tidak menyiksa hewan.
5. Pembagian Daging Kurban
Setelah hewan disembelih, daging kurban sebaiknya dibagi menjadi tiga bagian yakni untuk diri sendiri dan keluarga, untuk diberikan kepada kerabat atau tetangga, dan untuk fakir miskin. Porsi pembagian bersifat fleksibel, tapi yang terpenting adalah memastikan bahwa sebagian daging sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Baca Juga: Harga Kambing Kurban Idul Adha 2025, Update Lengkap Online dan Offline
6. Peran Panitia Kurban
Dalam skala masjid atau komunitas, panitia kurban memiliki tanggung jawab penting untuk dilaksanakan, di antaranya:
- Memastikan hewan kurban memenuhi syarat.
- Menyiapkan lokasi penyembelihan yang bersih dan aman.
- Mengatur proses penyembelihan agar berjalan tertib.
- Mengelola distribusi daging kurban secara adil dan merata.
Panitia juga harus menjaga adab dalam berkomunikasi dengan orang-orang yang melaksanakan kurban maupun penerima manfaat. Komunikasi yang baik dan sopan bertujuan untuk menjaga agar nilai ibadah kurban tetap memberikan berkah bagi semua orang.
Demikian itu tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar. Ibadah kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, kurban adalah simbol ketaatan, pengorbanan, dan solidaritas sosial. Dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, kita belajar tentang ketundukan yang total kepada perintah Allah. Kurban juga menjadi media untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang mampu.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Saham Tidur dan Cerita di Baliknya: Pelajaran Investasi untuk Anak Muda
-
Bordir dan Upaya Daur Ulang Pakaian di Tengah Tren Fesyen Berkelanjutan
-
Kapan Idul Fitri 2026? Cek Jadwal Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU
-
Jadi Tren Lebaran 2026, Baju Teal Blue dan Ash Blue Cocok dengan Warna Apa?
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Couple, Apa Warna Terbaik?
-
Siapa Nama Asli Aura Kasih? Bikin Kepo Tiba-Tiba Ganti Bio Instagram Jadi 'Febria'
-
7 Minyak Kemiri untuk Rambut Kering dan Kusut, Ampuh Hempaskan Ketombe
-
Ramalan Shio Paling Hoki Besok 10 Januari 2026, Cek Keberutunganmu di Akhir Pekan!
-
Sunscreen Apa yang Bagus untuk Atasi Flek Hitam di Usia 50-an? Cek 7 Pilihan Terbaiknya
-
5 Semir Rambut Tanpa Bleaching untuk Tutupi Uban, Aman Buat Lansia