Suara.com - Minyak hewani merupakan jenis minyak yang berasal dari lemak hewan, seperti sapi, babi, bebek, hingga ikan. Meski tidak sepopuler minyak nabati di dapur modern, minyak hewani sebenarnya telah lama digunakan dalam tradisi memasak di berbagai belahan dunia.
Selain memberikan rasa gurih yang khas, minyak hewani juga punya karakteristik unik yang membuatnya ideal untuk teknik memasak tertentu, seperti memanggang, menggoreng, dan menumis.
Namun, tidak semua minyak hewani cocok untuk semua jenis masakan atau gaya hidup. Berikut ini beberapa jenis minyak hewani yang umum digunakan dalam memasak beserta karakteristik dan tips penggunaannya.
1. Minyak Sapi (Ghee atau Clarified Butter)
Ghee adalah mentega yang telah dimurnikan dengan cara dipanaskan hingga air dan protein susunya menguap, meninggalkan lemak murni berwarna keemasan. Ghee sangat populer dalam masakan India dan Timur Tengah.
Ghee memiliki titik asap tinggi, yakni sekitar 250°C, sehingga cocok untuk menumis dan menggoreng. Selain tahan panas, ghee juga memiliki aroma khas yang memperkaya cita rasa makanan.
Dari sisi kesehatan, ghee mengandung asam lemak jenuh dan vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K. Namun, karena kadar lemak jenuhnya tinggi, penggunaannya sebaiknya dibatasi, terutama bagi yang memiliki kolesterol tinggi.
2. Minyak Lemak Sapi (Beef Tallow)
Tallow adalah minyak yang diekstraksi dari lemak sapi bagian dalam (biasanya sekitar ginjal). Dalam tradisi Barat, tallow banyak digunakan untuk menggoreng kentang, membuat pai, dan sebagai dasar memasak daging.
Baca Juga: Keseruan Cooking Competition di UPH Media Gathering 2025
Minyak ini memiliki tekstur padat di suhu ruangan dan sangat stabil terhadap panas. Aromanya cukup kuat dan dapat memberikan rasa “umami” pada masakan.
Tallow mengandung lemak jenuh dan mono-tak jenuh. Beberapa riset menyebutkan bahwa tallow mengandung CLA (conjugated linoleic acid), yang diklaim baik untuk metabolisme, meskipun konsumsi tetap harus diperhatikan jumlahnya.
3. Minyak Lemak Babi (Lard)
Lard adalah minyak yang dihasilkan dari lemak babi, biasanya bagian perut atau punggung. Lard dulunya sangat populer di Eropa dan Asia sebelum digantikan oleh minyak sayur.
Minyak ini memiliki tekstur lembut, rasa netral cenderung gurih, dan cocok untuk membuat kue-kue, memanggang, hingga menggoreng. Di banyak resep pastry klasik, lard justru menjadi bahan rahasia untuk menghasilkan tekstur renyah dan lembut.
Dari segi nutrisi, lard mengandung lebih banyak lemak tak jenuh dibandingkan tallow, bahkan lebih banyak dari butter. Namun, karena berasal dari hewan, tetap perlu dikonsumsi secara bijak.
Berita Terkait
-
Resep Kremes Ayam yang Renyah dan Gurih, Halal Tanpa Lard!
-
Heboh Kasus Keracunan MBG, Ini Cara Masak Telur yang Benar dan Sehat agar Bakterinya Mati
-
Keseruan Cooking Competition di UPH Media Gathering 2025
-
Ternyata! Daun Hijau Kecil Ini Bikin Kulit Cantik, Banyak Tumbuh di Pekarangan Rumah
-
Keanehan Masakan Willie Salim Dibongkar UAS, Begini Tips Memasak Rendang Antikonspirasi
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Apakah Boleh Menangis di Makam saat Ziarah? Ini Adab Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
-
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? 4 Rekomendasi Tabir Surya Mengandung Niacinamide
-
Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua
-
4 Sunscreen Tanpa Kandungan Alkohol dan Parfum, Minim Risiko Kulit Iritasi
-
5 Moisturizer Alternatif Cerave untuk Atasi Skin Barrier Rusak, Kulit OTW Mulus Kembali
-
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
-
4 Skincare Lacoco untuk Hempaskan Noda Hitam, Brand Lokal Rasa Premium
-
Setelah Serum Boleh Pakai Moisturizer? Ini 5 Pelembap Terbaik yang Mudah Menyerap
-
BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
-
Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam