Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 06 Juni 2025 | 09:02 WIB
Jamaah calon haji dari berbagai negara berjalan seusai menunaikan Shalat Isya berjamaah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (20/5/2025). [ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc]
  • Gunakan pakaian yang sudah dimiliki, atau beli dari merek lokal yang memproduksi secara etis.
  • Pilih kain katun organik atau serat alami yang mudah terurai.
  • Donasikan pakaian setelah haji untuk memperpanjang siklus hidupnya.

5. Laksanakan Qurban dengan Tanggung Jawab Lingkungan

Pada tahun 2019, lebih dari 1 juta hewan dikurbankan selama haji. Tanpa pengelolaan limbah yang tepat, darah dan sisa hewan bisa mencemari tanah dan air, serta menghasilkan gas rumah kaca seperti metana.

Solusi yang dapat diterapkan:

  • Dukung program pengelolaan limbah hewan melalui pengomposan atau pembangkitan biogas.
  • Gunakan kemasan ramah lingkungan dalam distribusi daging kurban.
  • Pilih lembaga penyelenggara qurban yang mengedepankan transparansi dan tanggung jawab lingkungan.

6. Gunakan Produk Ramah Lingkungan

Barang harian seperti sabun, deterjen, dan tisu basah kerap mengandung bahan kimia berbahaya bagi lingkungan.

Tips ramah lingkungan:

  • Pilih sabun dan sampo berbahan dasar alami.
  • Bawa kantong kain sendiri untuk berbelanja.
  • Hindari tisu basah yang mengandung plastik mikro.

7. Edukasi dan Teladani Prinsip Keberlanjutan Islam

Prinsip hidup berkelanjutan telah lama tercermin dalam ajaran Islam. Surah Al-A’raf ayat 31 menegaskan: "Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."

Laman tafsir Quran NU menulis pada ayat ini Allah memerintahkan agar memakai pakaian yang baik dalam beribadah, baik ketika salat, tawaf, dan ibadah lainnya. Allah juga memerintahkan manusia untuk makan dan minum secukupnya tanpa berlebih-lebihan.

Baca Juga: Wujudkan Kantor Ramah Lingkungan, BNI Capai Nol Sampah ke TPA

Haji bukan sekadar ritual individu, tetapi juga bentuk solidaritas global umat Islam. Di tengah krisis iklim yang semakin nyata, setiap langkah kecil menuju haji berkelanjutan memiliki dampak besar.

Mulai dari botol minum isi ulang hingga pakaian organik, pilihan sadar lingkungan selama ibadah akan menginspirasi perubahan gaya hidup setelahnya.

Dengan menjadikan haji sebagai teladan keberlanjutan, umat Muslim turut menyuarakan komitmen global untuk menjaga bumi—amanah yang tak hanya bersifat ekologis, tetapi juga spiritual.

Load More