Suara.com - Raja Ampat, surga kecil di ujung timur Indonesia yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya yang menakjubkan, kini menghadapi ancaman serius.
Rencana pembangunan tambang nikel di wilayah ini membuat banyak pecinta alam dan pegiat lingkungan berang dan khawatir.
Pasalnya, jika tambang itu benar-benar terealisasi, bukan hanya keindahan alam yang terancam hilang, tapi juga ekosistem laut yang menjadi rumah bagi ribuan spesies langka.
Di tengah kekhawatiran ini, bagi kamu yang sudah lama bermimpi menjelajahi keindahan Raja Ampat, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk merencanakan perjalanan ke sana.
Sebelum keajaiban alam ini berubah wajah, berikut perkiraan biaya liburan ke Raja Ampat yang perlu kamu siapkan.
Tiket Pesawat ke Sorong
Pertama, untuk perjalanan ke Raja Ampat biasanya dimulai dari kota asal kamu lalu ke Sorong, Papua Barat.
Harga tiket pesawat pulang-pergi dari Jakarta ke Sorong bervariasi, tergantung maskapai dan waktu pemesanan.
Rata-rata, tiket sekali jalan berkisar antara Rp2.500.0000 hingga Rp4.000.000. Jadi, total untuk tiket PP bisa mencapai Rp5.000.000 hingga Rp8.000.000.
Baca Juga: Legislator PKB soal Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat: Cabut IUP dan Harus Ditutup Permanen!
Transportasi ke Raja Ampat
Setelah tiba di Bandara DEO Sorong, kamu masih harus melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Rakyat Sorong dengan menggunakan ojek mulai harga Rp20.000 hingga Rp30.000.
Setelah sampai, masih perlu lanjut naik ferry untuk menyebrang ke Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat dengan tarif sekitar Rp75.000 hingga Rp150.000 sekali jalan.
Total PP dari bandara ke lokasi wisata dan balik lagi ke bandara bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000.
Tapi, kamu juga bisa menyewa speedboat jika ingin langsung ke pulau-pulau tujuan. Tentu saja dengan biayanya yang jauh lebih mahal, ya.
Biaya Akomodasi
Penginapan di Raja Ampat tersedia dalam berbagai pilihan, mulai dari homestay hingga resort mewah, yang bisa di-booking melalui aplikasi penyedia jasa booking online atau datang langsung.
Untuk wisatawan dengan anggaran terbatas, homestay lokal biasanya mematok harga sekitar Rp250.000 hingga Rp500.000 per malam, tergantung dari daerah homestay.
Sementara resort bisa mengenakan tarif mulai dari Rp1.500.000 hingga Rp5.0000.000 per malam, bahkan lebih, tergantung fasilitas dan lokasi.
Jika menginap selama 4 malam, maka total biaya penginapan bisa berkisar dari Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000 (homestay), atau lebih dari Rp6.000.000 hingga Rp20.000.000 (resort).
Biaya Masuk Kawasan Wisata Raja Ampat
Semua wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat diwajibkan membayar PIN Raja Ampat atau Kartu Jasa Lingkungan yang wajib dibawa oleh seluruh pengunjung atau wisatawan yang ingin masuk ke kawasan wisata Raja Ampat.
Kartu ini merupakan biaya yang mendukung pelestarian lingkungan dan pendanaan masyarakat di sekitar kawasan Raja Ampat.
Harga PIN sekitar Rp400.000/orang untuk wisatawan WNI dan Rp700.000/orang untuk wisatawan WNA.
Paket Wisata dan Aktivitas Lainnya di Raja Ampat
Paket wisata dan aktivitas lainnya di Raja Ampat seperti menjelajahi Piaynemo, Puncak Wayag, Teluk Kabui yang merupakan destinasi favorit di Raja Ampat, bisa kamu dapatkan dengan membeli paket day trip tour berkisar Rp500.000 hingga Rp1.950.000 per orang, tergantung dari jumlah peserta dan destinasi yang dikunjungi.
Snorkeling atau diving juga dikenakan biaya tambahan, biasanya sekitar Rp300.000–Rp500.000 untuk snorkeling, dan lebih dari Rp1.000.000 untuk diving per sesi.
Tips Berhemat Ketika Mau ke Raja Ampat
Dari penjelasan di atas, bisa diperkirakan biaya termurah untuk liburan ke Raja Ampat dari Jakarta adalah sekitar Rp5 juta.
Untuk menghemat biaya, kamu bisa pesan tiket pesawat jauh-jauh hari, dan cari promo tiket pesawat, pilih homestay lokal untuk harga penginapan yang lebih murah, serta bergabung dengan grup tur agar biaya sewa kapal bisa dibagi.
Meski memerlukan budget besar, pengalaman yang ditawarkan Raja Ampat sebanding dengan keindahan alamnya yang tak tertandingi.
(Mauri Pertiwi)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Promo Alfamart Gajian Untung 1 Mei 2026: Diskon Frozen Food, Susu, hingga Mi Instan Murah
-
Update Harga BBM per 1 Mei 2026: Pertalite, Pertamax, hingga Dexlite
-
Saat Regulasi Bertemu Realitas: Upaya Nyata Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Rumah Tangga
-
Apa Arti Tut Wuri Handayani? Jadi Slogan Pendidikan Indonesia
-
Kenapa 1 Mei disebut Hari Buruh? Ini Sejarah dan Tragedi di Baliknya
-
BPDP Buka Pendaftaran Grant Riset 2026, Fokus pada Penelitian Berdampak
-
30 Twibbon Hari Pendidikan Nasional, Kualitas Jernih Siap Pakai!
-
Tatah 2026: Saat Ukir Jepara Naik Kelas dari Komoditas ke Karya Seni Dunia
-
Asal-usul Hari Buruh di Indonesia hingga Ditetapkan Jadi Libur Nasional, Sarat Perjuangan
-
Terpopuler: Sanksi Jika Terlambat Lapor SPT, Urutan Skincare Viva untuk Hempas Flek Hitam