Suara.com - Sebuah video viral yang diunggah oleh akun TikTok @inifaka telah memicu perdebatan sengit di media sosial Indonesia. Video tersebut memperlihatkan momen seorang ibu-ibu melabrak seorang wanita muda di sebuah rumah makan.
Ia marah dengan nada tinggi dan kata-kata tajam hanya karena pakaian yang dikenakan wanita tersebut dinilai terlalu pendek. Insiden bermula saat wanita tersebut sedang makan nasi padang di sebuah rumah makan.
Wanita muda itu mengenakan celana training panjang dan kaus crop-top yang agak tersingkap di bagian belakang saat duduk, sehingga sebagian punggungnya terlihat.
Di belakangnya duduk sepasang suami istri. Tanpa basa-basi, si ibu langsung menyentuh punggung sang wanita dan berkata, "Bajumu kependekan, punggungmu kelihatan."
Merasa tidak ingin ribut, si wanita membalas dengan tenang sambil tersenyum, "Iya Bu, nggak apa-apa." Namun, reaksi si ibu justru menjadi lebih agresif.
Dengan suara meninggi, ibu tersebut membalas, “Nggak apa-apa gimana? Suami saya di belakang kamu, punggung kamu kelihatan! Telanjang aja sekalian!” Tak cukup sampai di situ, ia kembali berkata, “Orang suami saya di belakang kamu lihat kamu!.”
Merasa tidak terima dengan ucapan "telanjang", wanita tersebut akhirnya membalas dengan mengatakan “kampung” saat hendak membayar makanannya. Perkataan ini pun membuat si ibu semakin tersulut.
Ia mendatangi sang wanita, memakinya, bahkan sempat terlihat memukul tangannya. Ketegangan ini sempat direkam oleh wanita tersebut dan kini viral di TikTok, ditonton jutaan kali dan memancing ribuan komentar netizen.
Dalam video lanjutan, adu argumen terus berlanjut. Si ibu terlihat berteriak, “Soalnya auratmu!” dan dibalas oleh wanita tersebut dengan tenang, “Ih Bu, nggak semua orang Islam Bu.”
Baca Juga: Anies Cuma Bisa Geleng-geleng Sedih Lihat Sahabatnya Diborgol, Tom Lembong Malah Ketawa
Ucapan ini kemudian ditanggapi lagi oleh si ibu dengan nada tinggi, “Nggak Islam tapi kan kau nunjuk-nunjukkan itu.” Wanita tersebut tetap tenang dan menanggapi, “Nunjukin gimana kok?” hingga akhirnya ia pun berkata, “Ibu ngurusin dosa ibu masing-masing aja, nggak usah ngurusin saya.”
Respons Netizen: Antara Norma, Etika, dan Hak Pribadi
Video ini memicu gelombang diskusi di media sosial. Banyak netizen mengecam tindakan si ibu yang dinilai berlebihan dan tidak menghargai batas privasi orang lain.
Sebagian besar berpendapat bahwa menyentuh tubuh orang tanpa izin bahkan dengan alasan menegur adalah bentuk pelecehan fisik dan bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum.
Komentar-komentar di TikTok pun ramai menyoroti bagaimana perempuan sering kali menjadi sasaran penghakiman moral di ruang publik. “Kalau merasa suaminya bisa ‘tergoda’ cuma lihat punggung orang, yang harus dikontrol itu suaminya, bukan orang lain,” tulis salah satu pengguna.
Namun, tidak sedikit juga yang berpihak pada si ibu, menyebut bahwa berpakaian sopan di ruang publik adalah bentuk menghargai norma sosial dan budaya, terlebih jika berada di tempat umum seperti rumah makan yang bisa dihadiri berbagai usia dan latar belakang.
Namun, kejadian ini seharusnya menjadi momentum refleksi bahwa menghargai orang lain juga berarti tidak merasa berhak mengatur tubuh dan pilihan hidup mereka, terutama di ruang publik yang semestinya jadi tempat aman dan netral untuk semua.
Dalam era digital seperti sekarang, insiden kecil di ruang fisik bisa dengan cepat menjadi perdebatan besar di ruang maya. Dan semoga, dari viralnya video ini, masyarakat bisa belajar pentingnya menjaga sikap, menghargai perbedaan, dan memahami bahwa tidak semua hal harus dikontrol, apalagi dengan kekerasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub