Suara.com - Gaya desain interior klasik Italia selalu berhasil mencuri perhatian lewat elemen elegan seperti marmer, furnitur artistik, dan warna-warna netral yang timeless.
Tapi bagaimana kalau keindahan Eropa itu dipadukan dengan kekayaan budaya Indonesia? Hasilnya bukan cuma estetik, tapi juga unik dan penuh karakter.
Desain interior kini nggak melulu soal tren global, tapi juga tentang merayakan identitas lokal.
Kombinasi desain interior Italia dan Indonesia ini bisa jadi pilihan segar buat kamu yang ingin rumah tampil beda tapi tetap terasa hangat dan "rumahan."
Inilah yang ditawarkan oleh Elementi Domus, yang baru-baru ini perdana membuka showroom di Barito, Jakarta Selatan.
Dikenal sebagai merek yang mengusung filosofi “when tradition meets innovation”, Elementi Domus menjawab kebutuhan gaya hidup modern dengan memadukan desain, material, dan teknologi Italia dengan keahlian pekerja lokal.
Lebih dari sekadar produk, brand ini memperkenalkan cara pandang baru dalam desain yang tidak hanya menitikberatkan pada keindahan visual, tetapi juga pada kedalaman emosi dan nilai kehidupan yang tercermin di setiap ruang.
Desain Italia, Sentuhan Indonesia
Mengambil nama dari bahasa Italia — Elementi yang merujuk pada unsur-unsur alami, dan Domus dari bahasa Latin yang berarti rumah — brand ini lahir dengan filosofi bahwa rumah seharusnya menjadi ruang yang menyatukan keindahan, fungsi, dan makna.
Baca Juga: 6 Ide Desain Interior Rumah Subsidi Minimalis 14 m2, Nyaman Walau Kecil
Konsep ini tidak hanya tercermin dalam estetika produknya, tetapi juga dalam nilai-nilai yang terkandung di setiap detail desain.
Bersama dengan Lorenzo Toncelli, desainer asal Italia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di kancah internasional, Elementi Domus merupakan hasil dari kolaborasi lintas budaya yang autentik dan berkelas.
Brand ini memadukan desain, material, dan teknologi Italia dengan keahlian pekerja lokal di Semarang, Jawa Tengah.
Hasilnya adalah sistem furnitur — kabinet dapur dan lemari pakaian (kitchen cabinetry & wardrobe systems) — yang tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga punya nilai budaya dan sentuhan pribadi.
Desainnya elegan, fungsional, dan dibuat dengan perhatian pada setiap detail.
“Desain yang baik bukan hanya soal bentuk, tetapi tentang bagaimana sebuah ruang membuat Anda merasa nyaman,” ujar Lorenzo Toncelli, Principal Designer Elementi Domus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
10 Fakta Film Pesta Babi, Ada Makna Simbolis di Baliknya
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan setelah Dimasak? Ini Ketentuan yang Benar dalam Islam
-
5 Rekomendasi Bedak Mengandung Salicylic Acid: Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
4 Moisturizer Serum untuk Atasi Flek dan Mencerahkan Tanpa Ribet
-
Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?
-
Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
-
Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Lipstik Wardah Shade Berapa? Ini 5 Pilihan yang Bagus
-
7 Fakta Film Pesta Babi, Dokumenter Investigasi Konflik Agraria di Tanah Papua
-
Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei Besok Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
-
9 Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid