Suara.com - Yves Saint Laurent (YSL) menjadi rumah mode peletak tren fashion modern yang lahir di Paris, Prancis. Profil pemilik YSL dan kekayaannya pun menjadi sorotan karena rumah mode ini eksis selama lebih dari 60 tahun. Melansir situs fashion Zalora, YSL merupakan rumah mode yang didirikan oleh Yves Saint Laurent dan pasangannya Pierre Berge. Pada awalnya, pada tahun 1960-an dan 1970-an brand ini sangat terkenal dengan beatnik look, jaket safari, celana ketat dan boots tinggi yang diciptakannya.
Kemudian di tahun 1966, YSL kemudian mendirikan Le Smoking yaitu setelan tuxedo untuk wanita. Namun, keberaniannya dalam memperkenalkan tuxedo untuk wanita, yang dikenal sebagai ‘Le Smoking’ pada tahun 1966 benar-benar merevolusi fashion wanita. Konsep androgini yang diusungnya bukan sekedar pernyataan fashion, namun juga pernyataan sosial yang membebaskan wanita dari batasan tradisional dalam berpakaian.
Sejak 1999 YSL dimiliki oleh perusahaan fashion mewah Prancis, Kering. Kering merupakan perusahaan publik. Pemegang saham pengendali utama adalah keluarga Pinault, tepatnya Groupe Artémis dengan 42 persen saham Kering dan lebih dari 60 persen hak suara. Tidak ada informasi pasti mengenai kekayaan keluarga ini. Namun berbagai sumber mengatakan bahwa Keluarga Pinault setidaknya memiliki akumulasi kekayaan USD 29 miliar atau setara Rp472 triliun.
Sementara itu, jabatan CEO dan Chairman Kering dipegang oleh generasi kedua, putra dari pendiri Kering yakni Francois Henri-Pinault. Kekayaan pribadinya disebut mencapai USD 7 miliar.
Di tangan Creative Director YSL saat ini, Anthony Vaccarello. YSL tetap setia pada semangat asli pendirinya yaitu memberanikan diri dan inovatif. Vaccarello telah mengadaptasi keanggunan YSL ke dalam konteks modern, menyuntikkan sentuhan yang halus dan sikap yang berani ke dalam setiap potongan.
Ia juga telah berusaha untuk melampaui batas gender, kerap mengambil elemen dari pakaian pria dan dengan sempurna menyisipkannya untuk koleksi wanita.
Mendirikan sebuah ‘look’ yang bisa bertahan melampaui tren sesaat tidaklah mudah, tetapi itulah yang YSL lakukan. Dengan koleksi yang menggabungkan keanggunan tanpa usaha dengan inovasi. Yves saint laurent YSL telah mengukir reputasi sebagai brand fashion luxury bagi fashionista yang ingin terlihat anggun namun kontemporer.
Baik itu gaun malam yang memukau atau jaket kulit yang potongan yang sempurna, setiap item dirancang untuk menonjolkan karakter individual pemakainya.
Satu aspek yang membedakan YSL dengan brand lain adalah atensinya terhadap detail. Materialnya dipilih dengan sangat hati-hati, bahan kulit yang lebih berkualitas, sutra yang lebih halus, dan bordir yang lebih mewah. Selain itu, dalam setiap pertunjukan catwalk YSL juga sering menonjolkan tekstur, warna, dan pola yang masing-masing telah dipikirkan dengan seksama untuk menghasilkan efek maksimal.
Baca Juga: Kekayaan Riza Chalid, Raja Minyak Tersangka Kasus Korupsi Pertamina!
YSL tidak hanya tentang gaun pesta dan acara sambut malam. Brand ini juga mempunyai koleksi siang hari yang sempurna dengan barang-barang seperti blazer, tas tangan ikonik seperti YSL Monogram Bag, dan aksesoris yang halus namun mencolok.
Rumah mode ini telah berhasil mengintegrasikan kemewahan ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengorbankan kenyamanan atau fungsionalitas.
Lebih dari sekadar brand pakaian dan aksesoris. Yves Saint Laurent (YSL) juga dikenal dengan parfum dan rangkaian kecantikan yang dicintai banyak orang. Parfum seperti ‘Black Opium’ dan rangkaian kosmetik mereka terus mengukuhkan YSL sebagai merek fashion dan beauty mewah yang menjawab semua kebutuhanmu.
YSL telah terbukti sebagai rumah mode yang membentuk dan mengembangkan dunia fashion. Dari keberaniannya dalam mendesain hingga ke eksistensinya yang teruji oleh zaman, YSL terus menjadi simbol keeleganan yang tanpa batas waktu.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Maruf Amin Titip Kekayaan Alam ke Prabowo: Jangan Menyimpang
-
YSL Jualan di TikTok: Host Kalem dan Elegan, Komentar Netizen Malah Bikin Ngakak!
-
Prabowo Singgung Istilah Serakahnomics karena Heran Lihat Maling Kekayaan Negara
-
Prabowo: Danantara Jaga Kekayaan Anak-Cucu Bangsa Indonesia
-
Bukan Cuma Vonis, LHKPN Hakim Dennie Arsan Juga Jadi Perbincangan
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Terpopuler: Shio yang Beruntung di Pekan Terakhir Januari, Harga Tiket Kereta Lebaran 2026
-
Bukan Sekadar Koleksi: Collectible Card Bisa Jadi Media Belajar dan Bermain
-
Berapa Harga Lipstik Dior? Simak 13 Varian dan Harganya
-
Transisi dari Kerja 9-5 ke Remote Work: Konsultasi Karir untuk Office Workers
-
Siapa Paling Hoki? Ini Daftar 5 Shio Beruntung dan Makmur di 27 Januari 2026
-
7 Rekomendasi Sunscreen Terbaik untuk Anak-Anak, Main di Luar Jadi Tenang
-
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
-
Belanja Sambil Selamatkan Bumi: Daur Ulang Plastik Jadi Gaya Hidup di Bali
-
3 Skincare PinkRoulette untuk Cerahkan Wajah, Salah Satunya Andalan Lula Lahfah
-
2 Pilihan Lipstik Purbasari yang Tahan Lama, Cocok untuk Sehari-hari