Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya proteksi kesehatan, banyak anak muda dan generasi milenial mulai melirik berbagai produk asuransi.
Salah satu perdebatan yang sering muncul adalah antara asuransi kesehatan syariah dan konvensional.
Kerap beredar anggapan bahwa asuransi syariah menawarkan premi yang lebih terjangkau. Namun, benarkah demikian?
Jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak".
Untuk memahaminya, kita perlu mengupas tuntas perbedaan mendasar dari kedua sistem proteksi ini, mulai dari konsep, pengelolaan dana, hingga manfaat yang ditawarkan.
Tolong-Menolong vs Jual-Beli
Perbedaan paling fundamental antara asuransi syariah dan konvensional terletak pada akad atau perjanjiannya.
Asuransi Kesehatan Syariah menggunakan konsep takaful atau tolong-menolong.
Peserta bersama-sama mengumpulkan dana yang disebut dana tabarru' untuk saling membantu jika ada salah satu peserta yang mengalami risiko sakit.
Baca Juga: OJK Targetkan 50 Persen Asuransi Syariah Punya Produk Industri Halal
Perusahaan asuransi di sini berperan sebagai pengelola dana amanah. Akad yang digunakan adalah akad tabarru' (hibah untuk tolong-menolong), yang harus terhindar dari unsur gharar (ketidakpastian), maysir (perjudian), dan riba (bunga).
Asuransi Kesehatan Konvensional beroperasi dengan prinsip jual-beli atau pengalihan risiko (transfer of risk).
Anda sebagai nasabah membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi.
Sebagai imbalannya, perusahaan akan menanggung risiko finansial Anda jika sakit, sesuai dengan kesepakatan dalam polis.
Perbandingan Premi: Kontribusi vs Biaya Risiko
Banyak yang mengira premi asuransi syariah, yang disebut "kontribusi", selalu lebih murah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim