Suara.com - Apa bahaya pakai produk tak terdaftar BPOM? Pertanyaan ini mungkin cukup menghantui Anda yang memakai produk dari kecantikan milik Shella Saukia. Sebab, Cream MC milik Shella Saukia terlah terbukti tidak lolos uji keamanan BPOM.
Cream ini mengandung tiga bahan berbahaya, yaitu hidrokuinon, asam retinoat, dan mometason furoat yang hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis dan tidak diperkenankan dalam kosmetik yang beredar bebas.
Sebelumnya, hal serupa sudah terjadi pada produk Glafidsya Glowing Booster Cell milik dr. Reza Gladys tidak terdaftar dan tidak memiliki izin edar.
BPOM menyatakan bahwa produk tersebut juga bukan kategori kosmetik melainkan obat atau prosedur medis karena diaplikasikan melalui microneedle atau injeksi, sehingga izin edarnya dibatalkan sejak Februari 2024.
Bahaya Pakai Produk Tak Terdaftar BPOM
Sebisa mungkin, jangan mudah termakan berita tentang krim pencerah wajah dan sejenisnya. Sebab, produk tersebut berpotensi menyebabkan bahaya berikut jika tidak terdaftar di BPOM.
1. Iritasi dan Luka Kulit
Produk yang belum melalui uji BPOM bisa mengandung bahan aktif berbahaya secara konsentrasi tinggi. Saat digunakan, Anda berisiko mengalami iritasi seperti kemerahan, gatal, atau bahkan luka terbuka di wajah. Tanpa kontrol formulasi yang tepat, produk dapat merusak lapisan pelindung kulit.
Dalam kasus Cream MC, kandungan hidrokuinon dan retinoat secara langsung dapat menyebabkan iritasi berat jika penggunaannya tidak diawasi. Reaksi berlebih seperti exfoliasi berlebihan atau dermatitis adalah kondisi yang paling umum terjadi.
2. Infeksi dan Peradangan
Produk yang tidak memiliki izin edar resmi tak dijamin kebersihan produksinya. Bila Anda menggunakan alat seperti microneedle tanpa prosedur steril, seperti pada Glafidsya, risiko infeksi bakteri atau jamur meningkat drastis.
BPOM memandang produk Glafidsya sebagai obat karena cara pakai injeksi, bukan kosmetik biasa. Tanpa SOP Klinis yang baku dan legal, Anda berpotensi mengalami peradangan serius di kulit wajah bahkan infeksi sistemik.
Baca Juga: 4 Cleanser Lokal Berbahan Tea Tree, Ampuh Bersihkan Pori dan Cegah Jerawat!
3. Paparan Bahan Kimia Mematikan
Kandungan seperti hidrokuinon dan mometason furoat dalam produk ilegal berpotensi menyebabkan toksisitas jika digunakan jangka panjang. Anda bisa mengalami efek samping hormonik dan bahkan risiko kanker kulit.
BPOM melarang penggunaan bahan tersebut tanpa resep dokter. Cream MC yang mengandung compound ini langsung dicabut izin edarnya karena tidak memenuhi standar keamanan kosmetik.
4. Reaksi Alergi Tak Terduga
Tanpa klaim resmi maupun label komposisi lengkap, Anda tidak tahu apakah produk mengandung bahan alergeni seperti parfum atau pelarut tertentu. Akibatnya, Anda bisa mengalami alergi berat seperti bengkak, ruam, atau sulit bernapas.
Pengguna produk ILEGAL khususnya yang belum diuji klinis punya risiko tinggi terhadap reaksi tak terduga dan yang terparah bisa menimbulkan kondisi seperti syok anafilaksis.
5. Efek Jangka Panjang Tak Terkontrol
Selain efek instan, bahan aktif dalam skincare ilegal bisa berdampak pada fungsi hormon dan pengaturan pigmen kulit seiring waktu.
Penggunaan tanpa izin BPOM berarti tak ada jaminan keamanan untuk dampak jangka panjang seperti hiperpigmentasi rebound atau gangguan sistem kulit lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis