Suara.com - Kesadaran terhadap lingkungan hidup tak bisa ditumbuhkan dalam semalam. Ia perlu dipupuk sejak dini. diajarkan bukan hanya lewat teori di kelas, tetapi melalui kebiasaan sehari-hari yang membentuk karakter.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup (PPGLH KLH) bekerja sama dengan Bakti Barito dan LabSosio Universitas Indonesia (UI) mengembangkan dua alat ukur baru untuk memantau dan memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah-sekolah Adiwiyata.
Dua instrumen yang diperkenalkan dalam kegiatan resmi di Jakarta ini adalah Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Sekolah (IPPLHS) dan Instrumen Program Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup Sekolah (IPPBLHS).
Keduanya dirancang untuk mengukur sejauh mana perilaku peduli lingkungan telah menyatu dalam keseharian siswa serta bagaimana sekolah sebagai institusi menanamkan dan mengelola nilai-nilai tersebut.
Menurut Kepala PPGLH KLH, Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk memastikan bahwa pendidikan lingkungan yang diberikan tidak hanya berhenti di wacana.
“Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini sangat penting demi masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan alat ukur ini akan sangat membantu dalam melihat apakah pendidikan lingkungan hidup yang diterapkan di sekolah-sekolah sudah berjalan efektif.
“Melalui alat ukur ini, kita bisa melihat apakah pendidikan lingkungan yang kita berikan sudah efektif, dan bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan ke depan,” lanjut Jo Kumala.
Instrumen IPPLHS sendiri berfokus pada perilaku siswa. Dalam pengembangannya, alat ini mencakup dimensi pengetahuan, sikap, dan perilaku individual maupun kolektif siswa terhadap lingkungan.
Baca Juga: Terkait Kasus Korupsi Google Cloud, KPK Periksa Nadiem Makarim selama 9 Jam
Sementara itu, IPPBLHS lebih menyasar sistem dan kultur sekolah secara keseluruhan. Ia mengukur keterpaduan isu lingkungan dalam pembelajaran, manajemen lingkungan sekolah, aksi nyata yang dilakukan, hingga keterlibatan komunitas dan evaluasi program yang berjalan.
Dian A. Purbasari, Direktur Bakti Barito, menekankan pentingnya pendekatan yang objektif dan berbasis data dalam menilai efektivitas program lingkungan di sekolah.
“Kita perlu alat ukur yang obyektif dan bisa menunjukkan hasil nyata agar seluruh pemangku kepentingan di ekosistem dapat merasakan evaluasi secara obyektif sehingga dapat meningkatkan kinerjanya secara terarah,” ujarnya.
Dian juga mengungkapkan bahwa survei awal telah dilakukan di sejumlah sekolah dasar di Jawa Barat pada tahun sebelumnya, sebagai bagian dari tahap uji coba.
Sementara itu, Dr. Sulastri Sardjo dari tim peneliti LabSosio UI menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Dengan pendekatan berbasis data, kita bisa memperkuat kerja sama antara sekolah, pemerintah, lembaga sosial, dan kampus. Tujuannya satu: mencetak generasi yang benar-benar peduli lingkungan,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda