3. Tentukan Aturan dan Nilai yang Konsisten
Anak membutuhkan konsistensi dalam pengasuhan, meskipun tinggal di dua rumah berbeda. Maka dari itu, penting bagi Anda dan mantan pasangan untuk menyepakati aturan dasar bersama misalnya soal jam tidur, penggunaan gadget, dan kebiasaan belajar.
Hal ini bukan berarti setiap rumah harus identik, tetapi nilai dasar yang sama akan membantu anak merasa lebih aman dan tidak bingung.
Konsistensi juga memperkuat pesan-pesan positif yang Anda ingin tanamkan dalam diri anak.
4. Hindari Konflik di Depan Anak
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam co-parenting adalah bertengkar di depan anak. Ini dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam dan membuat anak merasa terjebak di antara kedua orang tuanya.
Jika emosi sedang tinggi, lebih baik tunda pembicaraan dan cari waktu yang lebih kondusif untuk berdialog.
Acha dan Vicky dikenal menjaga privasi serta tidak menjadikan anak sebagai pelampiasan emosi. Mereka memilih berdiskusi secara dewasa di luar jangkauan anak, sebuah sikap bijak yang patut ditiru.
5. Hormati Batasan dan Peran Masing-Masing
Baca Juga: Kasus Acha Septriasa Cerai, Ini Hukum Talak 5 Kali Menurut Islam dan Undang-Undang
Setelah bercerai, penting untuk memahami bahwa mantan pasangan bukan lagi bagian dari kehidupan pribadi Anda, tapi tetap merupakan orang tua dari anak Anda.
Hormati batasan tersebut dan hindari mengatur-atur kehidupan pribadi mereka, selama tidak membahayakan anak.
Sebaliknya, Anda juga berhak memiliki ruang dan keputusan sendiri dalam rumah tangga Anda. Dengan saling menghormati, co-parenting bisa berjalan lebih damai dan produktif.
6. Libatkan Anak dalam Keputusan yang Relevan
Terkadang, co-parenting mengharuskan kita membuat keputusan penting, seperti pindah sekolah atau liburan keluarga.
Dalam situasi ini, ajak anak berdiskusi sesuai dengan usianya. Libatkan mereka agar merasa dihargai dan tidak terasing dari keputusan orang tuanya.
Tentu saja, keputusan akhir tetap ada pada orang tua, tetapi dengan mendengarkan suara anak, Anda turut membantu membangun kepercayaan dan rasa aman dalam dirinya.
7. Jaga Kesehatan Mental dan Dukung Satu Sama Lain
Co-parenting bisa jadi melelahkan secara emosional. Maka dari itu, penting bagi kedua pihak untuk menjaga kesehatan mental masing-masing.
Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor keluarga jika diperlukan.
Memberi dukungan satu sama lain juga bisa memperkuat kerja sama dalam pengasuhan. Tidak ada salahnya sesekali mengucapkan terima kasih atau menghargai kontribusi mantan pasangan dalam merawat anak.
Menariknya, Acha Septriasa juga pernah membagikan pentingnya healing journey setelah bercerai.
Ia menyebut bahwa menerima, memaafkan, dan move on adalah bagian penting dari membangun masa depan yang sehat, baik untuk dirinya maupun anaknya.
Co-parenting bukanlah hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil. Dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, serta menempatkan kebutuhan anak sebagai prioritas utama, Anda dan mantan pasangan tetap bisa menjadi tim yang solid untuk anak.
Seperti yang diperlihatkan oleh Acha Septriasa dan Vicky Kharisma, keberhasilan co-parenting terletak pada kesadaran untuk tetap hadir sebagai orang tua, meski tidak lagi sebagai pasangan.
Mereka adalah contoh nyata bahwa cinta orang tua tidak berkurang karena perceraian, melainkan hanya berubah bentuk.
Jika Anda sedang menjalani fase ini, semoga 7 tips sukses co-parenting setelah bercerai di atas dapat membantu menciptakan hubungan yang sehat, harmonis, dan penuh cinta untuk anak tercinta.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Acha Septriasa Ditalak 5 Kali Sebelum Cerai, Bagaimana Hitungan Talak yang Diucapkan Berulang?
-
Kasus Acha Septriasa Cerai, Ini Hukum Talak 5 Kali Menurut Islam dan Undang-Undang
-
Acha Septriasa Akhirnya Buka Suara Soal Co-Parenting dan Perceraian, Unggahan Instagram Jadi Sorotan
-
Vicky Kharisma Juga Pamer Momen Co-Parenting di Instagram, Komentar Acha Septriasa Jadi Sorotan
-
Menjanda Sejak Mei 2025, Ada Apa Acha Septriasa dengan Baim Wong?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement