Namanya pun melambung berkat videonya yang viral hingga berhasil memiliki klub penggemarnya bernama Carolina Fans Club (CFC).
Sejak itu, Mpok Alpa tampil di berbagai acara televisi, baik sebagai pelawak, penyanyi dangdut, maupun presenter. Ia pernah menjadi bagian dari program populer seperti “Arisan” (Trans7), “Pagi-Pagi Pasti Happy” (TransTV), dan “Uang Kaget Lagi” (MNCTV).
Gaya humornya yang khas, pembawaannya yang santai, dan bahasa tubuh yang ekspresif membuatnya disukai penonton dari berbagai kalangan.
Rekan kerjanya mengenang Mpok Alpa sebagai sosok yang pantang menyerah. Bahkan ketika sedang syuting dalam kondisi kurang sehat, ia tetap berusaha memberikan performa maksimal.
Irfan Hakim pernah menceritakan, saat syuting di pantai dan tubuhnya tengah lemah, Mpok Alpa langsung kembali ceria begitu kamera mulai merekam.
Mpok Alpa meninggal dunia di rumah sakit pada pukul 08.31 WIB, setelah melalui proses pengobatan intensif.
Ia pun meninggalkan 1 orang suami dan 4 orang anak, termasuk dua anak kembar yang baru dilahirkannya pada Oktober 2024 lalu.
Saat ini, jenazah Mpok Alpa sudah berada di rumah duka di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan setelah diantar dari RS Dharmais.
Kepergian Mpok Alpa pun membuat seluruh anggota keluarganya terpukul, termasuk sang suami Aji Darmaji. Ia pun diketahui sempat pingsan dan diberi oksigen pasca menerima jenazah sang istri.
Baca Juga: Berkaca dari Wafatnya Mpok Alpa, Apa Keistimewaan Meninggal di Hari Jumat Menurut Islam?
Selamat jalan, Mpok Alpa...
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
5 Moisturizer Wardah dengan Tekstur Gel yang Ringan dan Cepat Meresap
-
5 Liptint untuk Anak Sekolah yang Warnanya Natural dan Nyaman Dipakai
-
5 Moisturizer Lokal Alternatif La Mer The Moisturizing Soft Cream untuk Atasi Tanda Penuaan
-
6 Rekomendasi Bedak Tabur Tahan Lama Meski Tanpa Foundation, Wajah Bebas Kilap
-
Achmad Syahri Assidiqi Lulusan Mana? Politisi Gerindra Asyik Merokok dan Main Gim saat Rapat
-
Moisturizer Viva Cocok untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya
-
Umur dan Pendidikan Adela Kanasya, Anak Adies Kadir Dilantik Gantikan Ayahnya di DPR
-
Peneliti Ingatkan Target Konservasi Global 30x30 Perlu Utamakan Hak Masyarakat Lokal
-
OIC Youth Capital Konya 2026 Resmi Dibuka, Astrid Nadya Rizqita Wakili Indonesia
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Kampus Apa? Dapat Beasiswa, Bisa Kuliah dari Penjara