Suara.com - Sri Mulyani Indrawati dikenal sebagai sosok ekonom tangguh yang telah menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak tahun 2005, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sejak saat itu, kiprahnya di dunia keuangan negara tak hanya mencetak berbagai prestasi, tetapi juga menarik perhatian publik terhadap perkembangan harta kekayaannya dari waktu ke waktu.
Sebagai pejabat negara, Sri Mulyani rutin melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dari data yang tersedia, kekayaannya menunjukkan tren peningkatan seiring dengan jabatan strategis yang diembannya, baik di dalam negeri maupun saat berkarier di tingkat internasional sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Kini, setelah kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo, publik kembali menyoroti seberapa besar kekayaan Sri Mulyani yang telah dikumpulkan sejak pertama kali menduduki kursi menteri hampir dua dekade lalu.
Bagaimana perjalanannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Kekayaan Sri Mulyani dari 2004 hingga 2025
Diketahui, Sri Mulyani sempat menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) pada masa pemerintahan SBY.
Berdasarkan laporan LKHPN-nya pada 2004, kekayaan Sri Mulyani masih di angka Rp4.467.746.000 atau Rp4,5 miliar pada awal masuk jajaran meteri. Lalu, ia dipindah menjadi Menteri Keuangan pada 2005 oleh SBY.
Baca Juga: RAPBN 2026: Kurs Rupiah Dipatok Rp16.500, Sri Mulyani Ungkap Alasannya
Wanita asal Lampung itu kembali melaporkan harta kekayaannya pada 2006, yang sudah naik menjadi Rp.7.635.757.861 atau Rp7,3 miliar dan menukik signifikan pada 2009 dengan angka Rp20.407.755.415 atau Rp20 miliar.
Sejak tahun 2010, kekayaannya bertambah hampir Rp2 miliar, yakni menjadi Rp21.853.278.398 atau Rp21,8 miliar.
Sri Mulyani 'vakum' menjadi menteri sejak 2010. Namun, Presiden Joko Widodo mengangkatnya kembali menjadi Menteri Keuangan pada 2016.
Pada tahun 2016 lalu, kekayaan Sri Mulyani telah mencapai Rp45.890.487.148 atau Rp45,8 miliar. Sejak saat itu, setiap tahun dari 2016 hingga 2024, kekayannya terus bertambah miliaran rupiah.
Dalam kurun waktu 8 tahun, kekayaan Sri Mulyani naik secara signifikan. Kini, jumlah harta yang tercatat di LHKPN hampir mencapai Rp100 miliar, atau tepatnya pada angka Rp92.854.709.883.
Sebenarnya kekayaa Sri Mulyani memang sudah mencapai Rp102.166.230.059, tetapi jumlah tersebut berkurang karena ia memiliki utang senilai Rp9.311.520.176.
Nilai tertinggi aset Sri Mulyani terletak pada tanah dan bangunan, dengan total Rp49.541.046.561 atau Rp49,5 miliar. Disusul dengan surat berharga senilai Rp34.947.646.914 atau Rp35 miliar.
Aset transportasi milik Sri Mulyani hanya senilai Rp782.900.000 atau Rp782 juta. Sisa hartanya terletak pada kas dan setara kas senilai Rp16.502.936.584 atau Rp16,5 miliar.
Laporan terakhir dilakukan pada 31 Desember 2024, sehingga ada kemungkinan jumlahnya terus meningkat seiring waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
Terkini
-
IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026
-
Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo
-
Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026
-
Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli
-
Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max
-
Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham
-
Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila
-
Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api