Gustika Fardani Jusuf, atau yang akrab dikenal sebagai cucu Bung Hatta, memanfaatkan batik ini untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi bangsa.
Perempuan kelahiran 19 Januari 1994 itu hadir pada peringatan 80 tahun kemerdekaan RI dengan mengenakan kebaya hitam yang dikombinasikan dengan batik Slobog.
Dalam budaya Jawa, pemilihan kain bukan sekadar soal busana, melainkan juga sarana komunikasi simbolik.
Dengan memilih motif Slobog, Gustika menyampaikan pesan simbolis mengenai keprihatinannya terhadap berbagai persoalan negara, termasuk hak asasi manusia dan kebijakan kontroversial.
"Di hari kemerdekaan tahun ini, rasa syukurku bercampur dengan keprihatinan atas luka HAM yang belum tertutup. Bahkan kini kita dipimpin oleh seorang Presiden penculik dan penjahat HAM, dengan Wakil anak haram konstitusi," tulis Gustika dalam unggahannya.
Gustika ingin menyampaikan bahwa bersedih tidak berarti pasrah, dan merayakan tetap bisa dilakukan sambil menyadari kondisi yang ada.
Ia memandang kain Slobog sebagai simbol transisi antara yang pergi dan yang tinggal, serta sebagai doa untuk keselamatan dalam "peralihan".
Dengan cara ini, ia berhasil menyampaikan kritik halus kepada pemerintah sambil tetap menghargai budaya dan sejarah leluhur.
Selain menjadi simbol kritik sosial, batik Slobog juga menunjukkan fleksibilitas budaya Jawa dalam menyampaikan pesan tanpa harus berbicara.
Baca Juga: Gustika Hatta: Indonesia Kini Dipimpin Presiden Penculik dan Wakil "Anak Haram Konstitusi"
Filosofi di balik motif ini mengajarkan tentang kehidupan, kematian, dan doa bagi mereka yang telah perg.
Melalui pemakaian batik ini, Gustika menyampaikan pesan kritik dan refleksi terhadap kondisi bangsa, sekaligus menegaskan bahwa budaya tradisional tetap hidup dan relevan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa batik tidak sekadar soal keindahan, tetapi juga bisa menjadi media untuk menyampaikan nilai, kritik, dan harapan.
Batik Slobog yang semula hanya digunakan dalam upacara berkabung, kini dapat mendorong masyarakat untuk berdiskusi tentang sejarah dan kondisi politik bangsa.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
7 Sampo Selsun untuk Atasi Ketombe dan Rambut Rontok, Mana yang Paling Efektif?
-
6 Shio Paling Banyak Cuan Pada 3 Januari 2026
-
5 Rekomendasi Body Spray untuk Atasi Jerawat Punggung, Mulai dari Rp 70 Ribuan
-
5 Sunscreen untuk Pria yang Nggak Bikin Wajah Abu-Abu, Nyaman Dipakai Harian
-
7 Vitamin Penambah Nafsu Makan untuk Dewasa Paling Ampuh, Harga Mulai Rp9 Ribuan
-
5 Sepatu Nike Ori Diskon hingga 75 Persen di JD Sports, Harga Promo Jadi Rp300 Ribuan
-
Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia
-
5 Calming Spray untuk Atasi Jerawat Meradang saat Aktivitas di Luar
-
5 Rekomendasi Walking Shoes Lokal Murah 2026: Mulai Rp100 Ribuan, Cocok Buat Gaji UMR
-
5 Pasta Gigi Murah untuk Memutihkan Gigi, Cocok untuk yang Suka Ngopi dan Merokok