Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh video sejumlah anggota DPR joget lagu "Gemu Fa Mi Re". Aksi ini terjadi setelah Sidang Tahunan MPR pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Sayangnya, tingkah para anggota DPR itu langsung menuai pro dan kontra dari publik. Di tengah isu penambahan gaji dewan, aksi para anggota parlemen tersebut dinilai kurang menunjukkan empati.
Salah satu sosok yang paling disorot dalam video tersebut adalah Sadarestuwati, anggota Komisi V DPR RI. Mengenakan kerudung merah dan atasan putih, ia tampak bersemangat menari bersama rekan-rekannya.
Viralitas video ini membuat publik penasaran dengan profil dan harta kekayaan sang legislator. Seberapa besar kekayaan Sadarestuwati? Simak pennjelasannya di bawah ini.
Profil Singkat Sadarestuwati
Sadarestuwati bukanlah nama baru di panggung politik nasional. Lahir di Jombang, 26 Juli 1970, ia merupakan politisi dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP) yang telah mengabdi sebagai wakil rakyat selama empat periode sejak tahun 2009.
Wanita 55 tahun ini terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII, yang mencakup Jombang, Nganjuk, Madiun, dan Mojokerto.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sadarestuwati meniti karier sebagai guru dan dosen, dengan latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian dan Magister Manajemen Agribisnis dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya.
Di DPR RI, Sadarestuwati bertugas di Komisi V yang membidangi isu-isu infrastruktur, transportasi, dan daerah tertinggal.
Mengintip Harta Kekayaan Sadarestuwati
Sebagai pejabat negara, Sadarestuwati secara rutin melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Euforia vs Empati: Polemik Goyang Pejabat di Sidang MPR, Ini Pembelaan Lengkap Pimpinan DPR
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, total kekayaan yang dimilikinya terbilang fantastis.
Tercatat, total harta kekayaan Sadarestuwati mencapai Rp38.172.838.699 atau sekitar Rp38,1 miliar. Aset terbesarnya datang dari properti yang nilainya mencapai Rp40.641.521.000 atau Rp40,6 miliar.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa Sadarestuwati memiliki utang sebesar lebih dari Rp4 miliar, yang menjadi faktor pengurang dari total asetnya yang sebenarnya mencapai Rp42,8 miliar.
Kekayaan terbesar yang lain setelah tanah dan bangunan adalah alat transportasi dan mesin, yang totalnya mencapai Rp820 juta. Mesin paling mahal yang dimiliki Sadarestuwati adalah mesin giling gabah yang bernilai Rp200 juta.
Jumlah terbesar ketiga ada pada aset kas dan setara kas yang mencapai Rp716,4 juta dan harta bergerak lainnya senilai Rp682,3 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
-
Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II
-
Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi