Popularitas Setya Novanto memuncak ketika namanya terseret dalam proyek korupsi KTP elektronik (e-KTP) yang merugikan negara lebih dari Rp2,3 triliun. Pengadilan Tipikor menjatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar lima ratus juta rupiah pada tahun 2018.
Selain itu, ia diwajibkan membayar uang pengganti US$7,3 juta, dikurangi Rp5 miliar yang sudah dikembalikan ke KPK. Hak politiknya pun dicabut selama lima tahun. Pada 2025, melalui peninjauan kembali (PK), hukumannya dikurangi menjadi 12 tahun 6 bulan, membuatnya memenuhi syarat bebas bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa tahanan.
Kontroversi di Balik Jeruji
Masa hukumannya di Lapas Sukamiskin tak luput dari sorotan. Ombudsman RI sempat menemukan sel mewah milik Setya yang berbeda dari napi lain. Ia juga pernah tertangkap kamera tengah “pelesiran” ke toko bangunan di Padalarang pada 2019 saat izin berobat, yang berujung pada sanksi bagi petugas lapas. Kisah kecelakaan mobilnya pada 2017 yang dikenal dengan istilah “tabrak tiang listrik” bahkan menjadi bahan meme publik, mempertegas kontroversi yang selalu melekat pada sosoknya.
Demikian itu informasi bebas bersyarat Setya Novanto lengkap dengan profil agama, pendidikan, dan rekam jejak karirnya. Semoga dapat dimengerti.
Referensi:
https://newssetup.kontan.co.id/news/setya-novanto-bebas-bersyarat-simak-profil-lengkap-dan-kasusnya
https://www.bbc.com/indonesia/articles/cewy81820eno
https://lamongan.pikiran-rakyat.com/sosok/pr-3869580489/profil-dan-biodata-setya-novanto-napi-korupsi-yang-baru-saja-bebas-bersyarat-agama-keluarga-kasus?page=all
Baca Juga: Jawab Kritik Publik soal Pembebasan Bersyarat, Sahroni: Setya Novanto Tidak Diampuni
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
ICW Sebut Kebebasan Setya Novanto sebagai Kemunduran Agenda Pemberantasan Korupsi
-
Setya Novanto Bebas, Pantun Maut Arie Kriting Sentil Obral Diskon Hukuman Koruptor
-
Koruptor e-KTP Bebas Bersyarat, Sorotan Tertuju pada Konsistensi Pemerintah
-
Jawab Kritik Publik soal Pembebasan Bersyarat, Sahroni: Setya Novanto Tidak Diampuni
-
Tetap Berstatus Kader, Golkar Senang Setnov Bebas: Secara Prosedur Semuanya Memenuhi Syarat
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat
-
Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap
-
Adu Nyali di Sirkuit Gery Mang Subang! Kejurnas MotoPrix 2026 Siap Lahirkan Pembalap Masa Depan
-
4 Rekomendasi Lip Oil untuk Melembapkan Bibir Kering Sekaligus Memberi Warna
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia
-
Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026