Suara.com - Dalam budaya Jawa, setiap orang lahir dengan weton tertentu yang dipercaya membawa pengaruh terhadap watak, perjalanan hidup, bahkan energi spiritualnya.
Salah satu weton yang paling sering disebut penuh misteri adalah Weton Wage. Mereka yang lahir pada hari Wage dianggap tidak bisa sepenuhnya dimiliki, namun justru selalu dirindukan.
Keistimewaan ini membuat Wage tampak berbeda dibanding weton lainnya. Karakter mereka penuh dengan simbolisme, kepekaan batin, dan daya tarik yang kadang sulit dijelaskan dengan logika.
Sebagaimana dikutip dari Primbon Jawa, berikut ini adalah 10 fakta mendalam tentang Weton Wage yang membuatnya begitu unik.
1. Sulit Dimiliki, Tapi Selalu Dirindukan
Orang dengan weton Wage sering kali memberi cinta dan kasih sayang dengan tulus, namun tetap menyimpan ruang batin yang tidak bisa disentuh siapapun.
Inilah mengapa meskipun mereka setia, pasangan atau orang terdekatnya sering merasa Wage masih menyimpan “rahasia”.
Namun justru inilah yang membuat Wage selalu dirindukan, karena ketidakhadirannya terasa lebih berat daripada kehadirannya.
2. Hidupnya Ibarat Angin
Baca Juga: Arti Mimpi Jatuh dari Ketinggian, Ini Pesan Alam Bawah Sadarmu Menurut Primbon Jawa
Wage sering diibaratkan seperti angin: selalu hadir, terasa, tetapi tidak bisa ditangkap.
Mereka bisa berada di tengah keramaian, ikut tertawa, ikut berbincang, tetapi batinnya bisa mengembara ke tempat lain.
Karakter ini membuat Wage terlihat tenang di luar, namun di dalam dirinya selalu ada pencarian tanpa akhir.
3. Terhubung dengan Energi Semesta
Menurut primbon Jawa, weton Wage memiliki kaitan erat dengan angka lima yang melambangkan lima penjuru mata angin.
Posisi ini menempatkan Wage sebagai simpul energi semesta, seolah-olah menjadi penghubung antara dunia nyata dan dunia gaib. Karena itulah, Wage sering disebut memiliki aura mistis yang membuat orang lain merasa tenteram hanya dengan kehadirannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?
-
Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
-
Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya