Suara.com - Belum lama ini beredar foto itinerary atau jadwal kunjungan kerja Komisi XI DPR RI ke Australia selama satu minggu di media sosial. Di dalamnya, tertera agenda yang langsung menarik perhatian publik, yakni menonton acara Sydney Marathon.
"Hari 6 - 31 Agustus 2025
07.00 - 08.00 Makan pagi di hotel
10.00 - 16.00 Menikmati suasana Sydney Marathon dan selebrasi
18.30 - Makan malam
20:30 - Kembali ke hotel," bunyi itinerary yang diposting akun X Ardianto Satriawan pada Jumat (29/8/2025).
Diketahui, kunjungan kerja tersebut dimulai pada 26 Agustus hingga 1 September 2025. Artinya, para anggota Komisi XI DPR RI tidak berada di Indonesia ketika demo terjadi.
Viralnya foto tersebut membuat publik geram. Pasalnya, kondisi politik di Indonesia sedang memanas, terlebih DPR menjadi salah satu institusi yang didemo oleh masyarakat.
Di tengah kekacauan aksi demo dari beberapa hari lalu, anggota DPR justru 'plesiran' ke luar negeri seolah tidak peduli dengan kondisi negara sendiri. Inilah yang memantik kemarahan publik.
Mengetahui hal itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, buru-buru membantah. Ia menegaskan bahwa tidak ada agenda menonton Sydney Marathon, meski dirinya sendiri terdaftar sebagai salah satu pesertanya.
“Tidak ada agenda ke Sydney Marathon atau agenda lain selain rapat. Dan itinerary itu dibuat bukan oleh pihak Sekretariat Komisi XI DPR RI,” kata Misbakhun saat dihubungi Suara.com, Sabtu (30/8/2025).
Misbakhun menambahkan, "Komisi XI tidak tahu menahu serta tidak bertanggung jawab dengan isi itinerary itu, karena sejak awal Komisi XI tidak ada agenda tersebut."
Baca Juga: Ketua Komisi XI Bantah Ada Agenda Menikmati Sydney Marathon di Tengah Rangkaian Demo Jakarta
Ia juga berjanji tidak akan mengikuti acara Sydney Marathon meski namanya muncul sebagai salah satu pesertanya.
“Saya sebagai penggemar lari marathon, sering ikut daftar marathon tapi sering tidak ikut juga saat perlombaan nya. Saya pastikan kalau saya lari besok pada hari Minggu 31 Agustus, itu larinya di GBK,” pungkas Misbakhun.
Lantas, Kapan Jadwal Sydney Marathon?
Berdasarkan laporan The Guardian, acara puncak Sydney Marathon akan digelar pada Minggu, 31 Agustus 2025, di Sydney, Australia.
Sekitar 35 ribu pelari dan lebih dari 300 ribu penonton dari seluruh dunia akan berkumpul di jalur maraton baru sepanjang 42,195 km besok.
Ini adalah pertama kalinya Sydney menjadi bagian dari klub eksklusif World Marathon Majors, bersama Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 24 untuk Harian, Kokoh dan Nyaman Mulai Rp800 Ribuan
-
Selain Grup Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, Ini 15 Bentuk Kekerasan Seksual Lain yang Jarang Disadari
-
7 Sepeda Tangguh Tahan Banting, Sanggup Angkut Beban Hingga 150 Kg
-
Pilih yang Sesuai Kebutuhan, Ini Perbandingan Manfaat Asuransi All Risk vs TLO
-
Parfum HMNS Apa yang Wangi Tahan Lama? Cek 6 Rekomendasi Terbaiknya
-
5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual