- Ibu Raffi Ahmad, Mama Amy, baru-baru ini jatuh sakit hingga harus mendapat perawatan intensif.
- Bukan di Indonesia, Raffi Ahmad memutuskan untuk membawa sang ibu berobat ke Mount Elizabeth Hospital Singapura.
- Sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Singapura, kira-kira berapa biaya berobat di Mount Elizabeth Hospital?
Suara.com - Ibu Raffi Ahmad, Amy Qanita alias Mama Amy, diketahui sedang sakit dan akan menjalani operasi di Mount Elizabeth Hospital Singapura.
Mama Amy mengalami komplikasi di kepala yang disebabkan oleh saraf kejepit serta penggumpalan darah. Raffi Ahmad menyebut kondisi sang ibu harus segera ditangani secara serius.
Raffi Ahmad pun memilih Mount Elizabeth Hospital, yang dikenal sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Singapura, agar sang ibu mendapat penanganan terbaik.
Lantas berapa biaya berobat di Mount Elizabeth Singapura seperti yang dilakukan ibu Raffi Ahmad?
Menaksir Biaya Berobat di Mount Elizabeth Hospital Singapura
Biaya berobat di salah satu rumah sakit terbaik di Singapura ini bermacam-macam, tentu tergantung dari indikasi medis dan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.
Semakin kompleks perawatan, maka semakin mahal pula biaya pengobatannya. Kabarnya biaya konsultasi dokter di Mount Elizabeth Hospital bisa mencapai SGD 450 atau sekitar Rp5 jutaan.
Kemudian biaya tindakan yang nominalnya bermacam-macam. Untuk tindakan ringan kabarnya bisa mencapai SGD 20.000 atau sekitar Rp250 juta. Biaya ini belum termasuk kamar rawat inap jika dibutuhkan serta obat-obatan.
Pasien pun diperkenankan memilih fasilitas penunjang sesuai dengan kemampuan. Misalnya untuk pilihan kamar dengan fasilitas biasa atau VIP.
Jika menilik laman resmi Mount Elizabeth Hospital, rumah sakit ini memang menjadi expert dalam menangani penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak dan saraf, seperti yang saat ini tengah dialami Mama Amy.
Baca Juga: Kondisi Amy Qanita Drop, Raffi Ahmad Ungkap Ibunya Sering Pingsan Sebelum Dibawa ke Singapura
Mount Elizabeth Hospital berfokus pada pemahaman peran penting sistem saraf dalam kesehatan dan kehidupan pasien secara menyeluruh.
Dengan demikian, pelayanan yang disediakan rumah sakit tidak sekadar mengantarkan pada kesembuhan, tetapi juga edukasi.
Rumah sakit bergengsi ini juga berkomitmen memberikan perawatan komprehensif yang tidak hanya menangani aspek fisik dari kondisi neurologis, tetapi juga dimensi psikologis dan sosialnya.
Di Mount Elizabeth, para dokter memiliki standar yang tinggi terkait dengan prosedur penanganan pasien. Apalagi sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
Sistem saraf pusat adalah dasar dari seluruh fungsi tubuh, mengatur segala sesuatu mulai dari gerakan dan sensasi hingga pikiran dan emosi.
Sistem ini tidak hanya mengendalikan tindakan sederhana seperti bernapas dan berkedip, tetapi juga mengatur proses kompleks seperti memori, berbicara, dan pengambilan keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga