- Pojok Literasi jadi ruang ceria anak Desa Muara untuk belajar sambil bermain.
- Anak-anak belajar percaya diri lewat buku, lagu, dan tarian.
- Literasi di sini menyalakan harapan dan kebahagiaan belajar.
Suara.com - Di Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Tangerang, sebuah ruang sederhana berubah menjadi tempat penuh keceriaan. Gelak tawa anak-anak memenuhi udara ketika relawan datang membawa buku, permainan, dan lagu.
Inilah Pojok Literasi, program yang dihelat PIK2 bersama Yayasan Buddha Tzu Chi, yang menjadi oase pendidikan sekaligus ruang bermain bagi anak-anak desa pesisir.
Lebih dari Sekadar Membaca
Pojok Literasi tidak sekadar mengajarkan huruf atau angka. Para relawan mendampingi anak-anak membaca, mengajak bermain, hingga menumbuhkan rasa percaya diri.
Bagi anak-anak, literasi di sini tidak berhenti pada buku. Mereka belajar mengekspresikan diri lewat cerita, lagu, dan tarian. Sinta, siswi kelas 2 SD, misalnya, dengan penuh semangat mengikuti sesi menari.
“Aku senang bisa menari sama teman-teman. Jadi nggak malu lagi,” ujarnya bangga.
Belajar dengan Hati Gembira
Setiap kegiatan dirancang agar anak-anak bisa belajar sambil bersenang-senang. Dari permainan sederhana, mereka menemukan keberanian untuk berbicara. Dari lagu, agar mereka belajar percaya diri. Dari kegiatan seni, mereka belajar menghargai diri sendiri dan orang lain.
Relawan hadir bukan hanya sebagai pengajar, melainkan teman belajar yang membimbing dengan kasih. Anak-anak Desa Muara pun merasakan kehangatan itu, menjadikan Pojok Literasi sebagai ruang yang selalu dinanti.
Baca Juga: Kurikulum Internasional dan Regulasi Nasional: Formula Baru Pendidikan Masa Depan
Pendidikan yang Menghidupkan Asa
Tanggal 25 September 2025 menjadi momen bersejarah bagi Desa Muara. Dari ruang kecil ini, tumbuh kesadaran baru bahwa pendidikan bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa bahagia, percaya diri, dan harapan.
Pojok Literasi menjadi bukti bahwa setiap anak berhak merasakan kegembiraan dalam belajar, sekaligus membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!