Suara.com - Ide masakan yang tahan lama dan tidak cepat basi bisa diterapkan di program menu makan bergizi gratis (MBG). Apalagi, belakangan marak kasus keracunan MBG di beberapa daerah Indonesia.
Menurut laporan, penyebab keracunan MBG kebanyakan berasal dari bahan masakan yang mudah terkontaminasi dan proses penyimpanan yang tidak tepat. Kondisi ini tentu berbahaya, apalagi bila makanan dikonsumsi bersama-sama dalam jumlah besar.
Agar hal serupa tidak terulang, maka memilih masakan yang lebih awet dan tidak mudah basi bisa menjadi solusi.
Ada beberapa rekomendasi masakan yang tahan lama dan tidak cepat basi, apalagi bila disimpan dengan cara yang benar.
Selain lebih aman, jenis makanan ini juga tetap bergizi dan praktis untuk disajikan kembali tanpa takut menimbulkan masalah kesehatan. Apa saja rekomendasinya?
1. Rendang
Siapa yang tidak mengenal rendang? Masakan khas Minangkabau ini terkenal bukan hanya karena rasanya yang kaya rempah, tetapi juga daya tahannya yang luar biasa.
Rendang dimasak dengan proses panjang menggunakan santan dan bumbu rempah kuat, seperti lengkuas, serai, cabai, dan kunyit. Kombinasi tersebut membuat rendang bisa bertahan berhari-hari, bahkan sampai berminggu-minggu bila disimpan dengan benar.
Kandungan gizinya lengkap, mulai dari protein tinggi pada daging hingga antioksidan dari rempah-rempah. Tidak heran bila rendang sering dijadikan pilihan utama dalam daftar rekomendasi masakan yang tahan lama dan tidak cepat basi, terutama untuk bekal perjalanan jauh.
Baca Juga: Ribuan Anak Keracunan MBG, Prabowo Perintahkan Semua Dapur Wajib Punya Test Kit
2. Semur Daging
Semur daging termasuk salah satu lauk favorit yang juga awet bila dimasak dengan benar. Kuah kental berbahan kecap manis, bawang merah, bawang putih, dan rempah pilihan menjadikan masakan ini tidak cepat basi.
Proses pemasakan semur yang lama membantu membunuh bakteri penyebab kerusakan makanan. Selain kaya protein, semur daging mengandung zat besi yang baik untuk tubuh.
Rasanya manis gurih dan disukai banyak kalangan, sehingga cocok disajikan untuk keluarga. Karena daya tahannya lebih baik dibanding sayur berkuah santan, semur kerap masuk ke dalam rekomendasi masakan yang tahan lama dan tidak cepat basi.
3. Opor Ayam
Opor ayam biasanya identik dengan momen lebaran, tetapi bisa juga dijadikan menu harian yang awet. Kuah santannya diperkaya dengan bumbu halus seperti bawang, kemiri, dan kunyit yang dimasak cukup lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan
-
Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?